Tes Kesehatan Sekolah Kedinasan Apa Saja – Seleksi masuk sekolah kedinasan tidak hanya menilai kemampuan akademik, tetapi juga kondisi kesehatan calon peserta. Oleh karena itu, setiap pendaftar wajib mengikuti serangkaian tes kesehatan untuk memastikan bahwa mereka memiliki kondisi fisik yang prima selama menjalani pendidikan kedinasan yang cukup berat.
Tes kesehatan sekolah kedinasan biasanya dilakukan setelah peserta lolos tahap administrasi atau tes kompetensi dasar. Pemeriksaan ini mencakup beberapa aspek mulai dari kondisi fisik, penglihatan, hingga pemeriksaan laboratorium. Berikut beberapa jenis tes kesehatan yang umumnya dilakukan dalam seleksi sekolah kedinasan.
Tes Kesehatan Sekolah Kedinasan Apa Saja?

Sering kali tahapan seleksi ini banyak menggugurkan peserta tanpa disadari. Banyak yang mengira memiliki kondisi tubuh yang fit, namun setelah pemeriksaan kesehatan lebih dalam, ternyata ada kondisi yang belum bisa diloloskan dalam seleksi.
1. Pemeriksaan Fisik Umum
Tahapan pertama dalam tes kesehatan sekolah kedinasan adalah pemeriksaan fisik secara umum. Pada tahap ini, peserta akan diperiksa kondisi tubuhnya secara menyeluruh untuk memastikan tidak memiliki penyakit serius yang dapat menghambat proses pendidikan.
Pemeriksaan biasanya meliputi pengecekan tekanan darah, kondisi jantung, serta pemeriksaan darah. Tekanan darah menjadi salah satu hal yang cukup diperhatikan karena beberapa instansi kedinasan tidak menerima peserta dengan riwayat hipertensi.
Selain itu, tinggi badan dan berat badan juga akan diukur. Beberapa sekolah kedinasan memiliki standar minimal tinggi badan. Misalnya, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang mensyaratkan tinggi badan minimal sekitar 160 cm untuk pria dan 155 cm untuk wanita.
2. Pemeriksaan Mata
Tes mata juga menjadi bagian penting dalam pemeriksaan kesehatan sekolah kedinasan. Pada tahap ini, peserta akan diperiksa ketajaman penglihatan serta kemungkinan adanya gangguan seperti buta warna. Persyaratan terkait kondisi mata dapat berbeda-beda tergantung instansi. Beberapa sekolah kedinasan memperbolehkan peserta dengan mata minus atau buta warna parsial. Contohnya pada PKN STAN yang masih memberikan toleransi terhadap kondisi tersebut karena bidang studinya tidak terlalu bergantung pada persepsi warna, termasuk toleransi minus/silinder.
Baca juga: Jadi Kota Pelajar, Apa Saja Universitas Negeri yang Ada di Jogja?
3. Pemeriksaan Gigi
Di tahapan ini, dokter akan mengecek kondisi gigi dan rongga mulut secara umum. Beberapa hal yang biasanya diperiksa meliputi adanya gigi berlubang, gigi rapuh, tambalan gigi, gigi ompong, sampai kondisi gusi. Walaupun terlihat sepele, kesehatan gigi tetap menjadi bagian penting karena dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
4. Pemeriksaan Urine dan Laboratorium
Tes urine dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyakit tertentu, sekaligus memeriksa apakah peserta menggunakan zat terlarang. Melalui pemeriksaan urine ini, dokter dapat mengetahui indikasi penyakit seperti infeksi, gangguan ginjal, TBC, hepatitis, sampai dengan penyakit menular seksual.
5. Rontgen Dada
Pemeriksaan dada dengan melakukan rontgen ditujukan untuk melihat kondisi organ dalam peserta, terutama kondisi paru-paru dan jantung. Melalui rontgen dada, dokter dapat mendeteksi kemungkinan adanya penyakit paru-paru seperti tuberkulosis (TBC) atau gangguan jantung. Jika ditemukan indikasi penyakit serius pada organ tersebut, biasanya peserta tidak dapat melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya.
Kenapa Ada Tes Kesehatan di Seleksi Sekolah Kedinasan?
Kira-kira kenapa hampir di setiap sekolah kedinasan mengharuskan setiap pesertanya melalui tes kesehatan? Jadi, diadakannya pemeriksaan kesehatan tujuan utamanya adalah:
1. Menyeleksi Calon Peserta dari Penyakit Serius
Beberapa penyakit serius masih belum bisa diloloskan di seleksi sekolah kedinasan, apalagi sekolah kedinasan ikatan dinas. Hal ini dimaksudkan agar peserta tidak memiliki hambatan dalam pendidikan atau selama bertugas nanti. Contoh penyakitnya seperti buta warna, kelainan jantung, skoliosis, varises berat, atau HIV/AIDS.
2. Mendeteksi Gaya Hidup Peserta
Melalui tes darah dan urine, kebiasaan hidup peserta yang tidak sehat bisa terlihat. Contohnya kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, atau konsumsi narkoba. Jadi sangat penting untuk menjaga gaya hidup, terutama di beberapa bulan menjelang tes.
Baca juga: Apa Saja Pilihan Jurusan yang Ada di UPI Bandung?
3. Memastikan Peserta Siap Mengabdi pada Negara
Sekolah kedinasan, terutama yang menerapkan ikatan dinas akan betul-betul menyeleksi peserta yang benar siap mengabdikan diri kepada negara. Apalagi negara akan membiayai semua kebutuhan peserta selama masa pendidikan, jadi penerimaannya pun akan sangat selektif. Diperlukan kondisi fisik dan mental yang prima, supaya nantinya bisa menjalani pendidikan dan tugas tanpa hambatan.
Jadi setelah mengetahui tes kesehatan sekolah kedinasan apa saja, kamu bisa mempersiapkan diri dan menjaga kesehatan kamu sejak jauh-jauh hari agar hasil pemeriksaannya bisa memuaskan.
Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus PTN, Kedokteran, Bimbel Kedinasan, IUP UGM, dan KKI UI. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.
Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog indonesiacollege.co.id. Cek juga halaman kami lainnya di bimbelkedokteran.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.














