{"id":11877,"date":"2019-10-27T04:20:54","date_gmt":"2019-10-26T21:20:54","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiacollege.co.id\/?p=11877"},"modified":"2019-10-27T04:20:54","modified_gmt":"2019-10-26T21:20:54","slug":"tahapan-kuliah-di-stan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/tahapan-kuliah-di-stan\/","title":{"rendered":"Tahapan Kuliah di STAN dan Ragam Serba-Serbinya"},"content":{"rendered":"\n<p>Berkuliah di\nSTAN adalah salah satu cita-cita bagi kebanyakan lulusan SMA\/K dan sederajat\nuntuk melanjutkan pendidikan mereka. Memang, kuliah di STAN masih menjadi salah\nsatu hal yang sangat prestisius untuk dicapai. Hal ini tidak diragukan lagi\nkarena pada dasarnya STAN termasuk salah satu kampus terbaik di Indonesia dan\nmenawarkan peluang kerja yang cukup tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>STAN atau\nSekolah Tinggi Akuntansi Negara adalah sebuah perguruan tinggi kedinasan di\nmana berada di bawah naungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia secara\nlangsung. Dalam hal ini, kampus STAN berguna untuk menyalurkan sumber daya\nmanusia yang berkualitas untuk masuk ke dalam berbagai posisi di kementerian\nkeuangan dan menjadi pegawai negeri sipil.<\/p>\n\n\n\n<p>Adanya semacam\njaminan dari pihak kampus mengenai masa depan lulusan adalah salah satu hal\nyang membuat STAN menjadi kampus yang paling banyak menerima pendaftaran calon\nmahasiswa. Bahkan, menurut beberapa sumber terkait, STAN bisa memecahkan rekor\nMURI untuk jumlah pendaftar calon mahasiswa terbanyak di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Diinformasikan\ndari beberapa sumber, kampus ini pernah mendapatkan sekitar 100.000 pendaftar.\nPara pendaftar yang ingin kuliah di STAN tersebut akan memperebutkan kursi yang\ntersedia hanya sekitar 4.000 saja. Hal ini tentu menunjukkan bahwa STAN\nmenghadirkan persaingan yang sangat ketat antar pendaftar. Oleh karena itu,\npara pendaftar harus mempersiapkan diri sebaik mungkin.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika dilihat\ndari perbandingan jumlah pendaftar dan jumlah kursi yang disediakan, memang,\nmasuk kuliah di STAN bukan perkara yang bisa dikatakan mudah. Selain persaingan\nyang ketat, memang ada cukup banyak persyaratan masuk STAN yang cukup rumit di\nmana harus dipersiapkan sejak dini. Berbagai tahapan itulah yang akan membuat\nmahasiswa yang diterima memiliki kualitas unggulan. <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tahapan Untuk\nMasuk Kuliah di STAN<\/h2>\n\n\n\n<p>Sebagaimana\ndisinggung di awal bahwa STAN merupakan salah satu kampus dengan tingkat\npersaingan pada pendaftar yang cukup tinggi. Hal ini dikarenakan jumlah\npendaftar yang diterima mungkin hanya sekitar 10% saja dari total pendaftar\nyang mengadukan nasib dan masa depan pendidikannya di STAN.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain\nbanyaknya pendaftar, STAN juga memiliki beberapa tahapan untuk memulai kuliah\ndi STAN. Mengetahui tentang tahapan penerimaan mahasiswa di STAN merupakan hal\nyang sangat penting. Dengan pengetahuan ini, setiap calon pendaftar tentu bisa\nmempersiapkan diri mereka dengan baik dan berusaha serta membuat strategi agar\nbisa diterima di STAN.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam\npelaksanaannya, ada beberapa tahapan yang harus ditempuh oleh para calon\nmahasiswa STAN sebelum mereka secara resmi diterima di kampus yang memiliki\nikatan dinas dengan kementerian keuangan tersebut. Adapun beberapa tahapan\npenerimaan calon mahasiswa di STAN adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengujian\nAdministrasi<\/h2>\n\n\n\n<p>Proses seleksi\ncalon pendaftar yang ingin kuliah di STAN dimulai dengan pengujian\nadministrasi. Setiap ujian saringan masuk STAN atau USM STAN menempatkan ujian\nadministrasi sebagai bagian pertama yang harus dilalui. Dalam hal ini, setiap\npendaftar harus selesai mengenai masalah ini sejak awal.<\/p>\n\n\n\n<p>Perlu diketahui\nbahwa pihak STAN memberikan syarat 100% harus lulus mengenai kelengkapan\nadministrasi yang dibutuhkan. Setiap berkas yang masuk ke manajemen STAN akan\nditeliti dengan menyeluruh dan dilihat apakah memenuhi persyaratan yang\ndiajukan atau tidak. Jika memenuhi persyaratan, tentu calon pendaftar bisa\nmasuk ke tahapan berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun\nsebaliknya, jika ada kekurangan pada berkas, maka calon pendaftar tidak akan\nmasuk ke tahapan selanjutnya atau gagal sejak langkah awal. Oleh karena itu, pemahaman\nmengenai persyaratan terkait administrasi dalam proses masuk ke STAN menjadi\nhal yang sangat penting untuk dipahami.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ujian Tertulis<\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah tahapan\nadministrasi di proses awal untuk kuliah di STAN, tahapan berikutnya adalah\nujian tertulis. Ujian tertulis di STAN merupakan salah satu tahapan yang sangat\nsusah untuk dilewati. Hal ini dikarenakan adanya standard yang cukup tinggi\npada soal PKN STAN yang disajikan. Artinya, STAN seolah memiliki kurikulum\ntersendiri dalam pembuatan soal.<\/p>\n\n\n\n<p>Perlu diketahui\nbahwa ujian tertulis adalah momok bagi para peserta yang ingin melanjutkan\nstudi mereka di STAN. Hal ini dikarenakan adanya pengalaman beberapa tahun\ndalam proses penerimaan calon mahasiswa yang gugur hingga 95% pada tahapan tes\ntertulis. Jumlah ini turun dan naik dalam level yang tidak cukup signifikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari data dan\nfakta di atas, bisa dibayangkan betapa soal USM STAN begitu mengerikan. Hal ini\ndikarenakan selain adanya standard yang tinggi pada masing-masing soal yang\ndiujikan, ada beberapa bagian soal masuk kuliah di STAN yang akan diujikan.\nAdapun ragam soal tersebut adalah Tes Potensial Akademik (TPA) dan Tes Bahasa\nInggris (TBI).<\/p>\n\n\n\n<p>Jumlah total\ndari kedua jenis tes tersebut adalah 180 soal dengan pembagian 120 soal TPA dan\n80 soal TBI. Keseluruhan soal tersebut harus dikerjakan dalam waktu hanya\nsekitar 150 menit saja. Jika di rata-rata, maka satu soal harus dikerjakan\ndalam waktu kurang dari 1 menit dan cara menjawabnya pun menggunakan lembar\njawab komputer atau LJK!<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tes Kebugaran<\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah\nmenjalankan tes tertulis yang cukup berat dan bisa menyisihkan sebagian besar\ndari peserta proses seleksi masuk kuliah di STAN, selanjutnya para pendaftar\nakan menghadapi tes lanjutan, yaitu tes kebugaran. Sebagai sekolah kedinasan,\nada beberapa tes kebugaran dan fisik yang harus dilakukan oleh para pendaftar.<\/p>\n\n\n\n<p>Tes ini\nbertujuan untuk mencari mahasiswa yang kuat secara fisik untuk mengikuti segala\njenis perkuliahan yang ada di STAN. Perlu diketahui bahwa tes fisik dan\nkebugaran yang diselenggarakan oleh STAN dibagi menjadi beberapa tahapan.\nAdapun mengenai tahapan dalam proses tes fisik dan kebugaran akan dijelaskan\nlebih lanjut di poin bawah.<\/p>\n\n\n\n<p>Hanya saja, ada\nstandard tinggi yang diterapkan STAN dalam hal ini. Artinya, hanya mereka yang\nmemiliki fisik yang kuat dan bugar saja-lah yang akan lolos dalam tahapan ini.\nOleh karena itu, selain mempersiapkan tes tertulis, persiapan mengenai tes\nfisik juga harus dilakukan oleh mereka yang ingin kuliah di STAN agar lebih\nsiap dalam menjalani tes yang diberikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Assessment <\/h3>\n\n\n\n<p>Tahap terakhir\ndalam proses seleksi masuk di STAN adalah assessment. Tahapan ini merupakan\ntahapan yang sangat menentukan bagi seorang pendaftar di STAN terkait apakah ia\nakan diterima atau tidak untuk menjadi mahasiswa baru di STAN.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam tahapan\nassessment ini seorang pendaftar STAN akan menghadapi psikotes dan wawancara.\nTahapan ini tentu hanya menyisakan mereka yang terbaik yang bisa lolos dari\ntahapan-tahapan sebelumnya. Dengan tes ini, maka seorang pendaftar yang lolos\nakan berhak untuk menempuh pendidikan lanjutan dengan kuliah di STAN, sesuai\nmimpi yang ia dambakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa poin\ndi atas menjelaskan tahapan yang harus dilalui oleh para pendaftar yang ingin\nmasuk dan kuliah di STAN. Tentu, hanya mereka yang lolos dari seluruh tahapan\ntersebut sajalah yang akan mendapatkan hak untuk melanjutkan pendidikan mereka\ndi STAN \u2013kampus bergengsi yang memiliki ikatan kedinasan dengan kementerian\nkeuangan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Detail Tes\nFisik dan Kebugaran STAN<\/h4>\n\n\n\n<p>Sebagaimana\ndisinggung di awal bahwa tes fisik STAN \/ tes kebugaran STAN adalah salah satu\ntahapan seleksi yang harus dilalui oleh para pendaftar yang ingin kuliah di\nSTAN. Perlu diketahui bahwa ada rangkai tahapan yang cukup panjang mengenai tes\nfisik dari STAN yang harus dilalui. Nah, untuk membahasnya, poin ini akan\ndibagi menjadi dua, yakni tes kesehatan dan tes kebugaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Tes pertama\nyang harus dilakukan terkait uji fisik sebagai salah satu syarat kuliah di STAN\nadalah tes kesehatan. Tes ini penting untuk mengetahui kondisi kesehatan secara\numum dari masing-masing pendaftar yang sudah lolos pada tahapan tes tertulis.\nAdapun tahapan dari tes kesehatan tersebut adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Mengisi\nFormulir Kesehatan<\/h4>\n\n\n\n<p>Tes kesehatan\nbiasanya akan dimulai sekitar jam 7.30 pagi. Dalam hal ini, setiap peserta yang\nsudah datang akan mendapatkan nomor antrean dan juga formulir kesehatan dari\npihak penyelenggara. Dalam hal ini, setiap peserta akan disuruh untuk mengisi\nform hingga lengkap mulai dari biodata diri hingga riwayat kesehatan dirinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentu,\npengisian formulir kesehatan ini harus dilakukan dengan sebenarnya dan tidak\nboleh mengarang. Hal ini sangat penting karena tes kesehatan akan sangat\nberpengaruh pada proses selanjutnya. Jika Anda memiliki riwayat penyakit\nkronis, maka Anda tetap harus menuliskannya dan tidak boleh pura-pura sehat\ntanpa adanya riwayat penyakit apapun.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Cek Kesehatan\nUmum<\/h4>\n\n\n\n<p>Setelah mengisi\nformulir, maka seorang pendaftar akan menunggu hingga nomor antrean mereka\ndipanggil. Nah, saat nomor antrean dipanggil, calon mahasiswa STAN akan dibawa\nmenuju ke pos pemeriksaan utama. Di tempat ini, setiap pendaftar akan dicek\nmengenai kondisi kesehatan secara umum dan cukup menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun beberapa\nhal yang menjadi objek pemeriksaan kesehatan secara umum tersebut adalah cek\nberat badan, cek tinggi badan, tensi darah dan denyut nadi. Dalam hal ini, ada\nstandard mengenai tinggi badan yang dijadikan syarat penerimaan. Setiap\npendaftar harus melampaui batasan minimal dari tinggi badan tersebut terutama\nuntuk beberapa jurusan tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu,\npihak STAN juga mencari pendaftar dengan berat badan yang ideal. Rumus umum\nberat badan ideal adalah tinggi badan dikurangi 110. Namun, STAN secara khusus\ntidak menetapkan berapa berat badan dari para peserta. Namun, yang paling\npenting adalah para pendaftar dalam keadaan sehat dan tidak mengalami obesitas.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Cek Kesehatan\nMata<\/h4>\n\n\n\n<p>Hal lain\nterkait cek kesehatan yang harus dilalui adalah cek kesehatan mata. Ini adalah\nsalah satu tahapan yang paling penting untuk dapat diterima kuliah di STAN.\nDalam hal ini, STAN mencari para pendaftar yang memiliki kondisi mata yang\nnormal. Setiap peserta akan dites mengenai kondisi mata mereka apakah minus\natau silinder dan juga cek buta warna.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, dalam hal\nini, ada jurusan yang memberikan persyaratan khusus perihal kesehatan mata.\nUntuk program studi bea cukai, maka maksimal tingkat mata minus yang\ndiperbolehkan adalah -2. Jika ada pendaftar yang memiliki mata minus lebih dari\n2 atau buta warna, maka dia akan gagal dalam tes kesehatan tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p>Standard\ntersebut tidak berlaku untuk program studi lainnya di STAN. Namun, perlu\ndiketahui bahwa jika Anda memiliki masalah pada mata berupa buta warna total,\nmaka Anda tidak akan bisa masuk dan diterima untuk kuliah di STAN.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Cek Kesehatan\nKeseluruhan <\/h4>\n\n\n\n<p>Setelah lolos\npada tes mata dan tes kesehatan umum, maka tahapan lanjutan yang harus\ndijalankan untuk bisa diterima kuliah di STAN adalah cek kesehatan keseluruhan.\nTahapan ini cukup panjang dan melelahkan. Adapun tahapan dalam cek kesehatan\nsecara keseluruhan ini adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p>Pertama,\npeserta akan diperiksa pada bagian telinga, hidung dan tenggorokan. Telinga\nakan diperiksa mengenai kebersihan dan apakah ada luka di bagian tersebut.\nHidung akan diperiksa adanya benjolan atau tidak dan tenggorokan akan diperiksa\napakah ada radang kronis, gangguan amandel atau tidak.<\/p>\n\n\n\n<p>Kedua, petugas\nakan mengecek bagian gigi. Dalam hal ini, dokter akan memeriksa kesehatan gigi\napakah ada lubang kronis atau tidak. Oleh karena itu, ada baiknya jika Anda\nmenambal gigi berlubang terlebih dahulu sebelum mengikuti tes tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketiga, dokter\nakan memeriksa pembuluh vena. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah peserta\nmemiliki gangguan varises atau tidak.<\/p>\n\n\n\n<p>Keempat, dokter\nakan memeriksa bagian anus, Hal ini dilakukan guna mengetahui adakah ambeien\nyang menyerang atau tidak.<\/p>\n\n\n\n<p>Kelima, dokter\nakan memeriksa beberapa bagian dalam tubuh, seperti jantung, paru-paru, perut\ndan liver.<\/p>\n\n\n\n<p>Keenam, dokter\nakan memeriksa bagian sistem saraf. Ini adalah tahapan terakhir dalam tes ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah melalui\nserangkaian tes fisik sebagaimana dijelaskan di atas, untuk bisa diterima\nkuliah di STAN maka pendaftar harus melalui tes kebugaran. Ada beberapa tahapan\nyang harus dilakukan dalam tes kebugaran tersebut. Adapun tahapan yang harus\ndilalui adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Lari\nMengelilingi Lapangan<\/h4>\n\n\n\n<p>Tes kebugaran\nyang pertama adalah lari untuk mengelilingi lapangan. Para peserta akan disuruh\nuntuk berlari mengelilingi lapangan dalam tempo waktu 12 menit. Hal ini akan\nmenunjukkan berapa daya tahan tubuh para pendaftar. Untuk bisa lolos, pendaftar\nharus bisa mengelilingi lapangan sebanyak 5 hingga 8 kali dalam waktu yang\nsudah ditentukan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Shuttle Run<\/h4>\n\n\n\n<p>Tes kebugaran\nkedua yang harus dilakukan adalah shuttle run. Tes ini dilakukan setelah\npeserta melakukan lari mengelilingi lapangan dan beristirahat sekitar 15 menit.\nNah, untuk bisa diterima kuliah di STAN, peserta harus bisa melalui shuttle run\ndengan baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Tes ini adalah\nlari dengan membentuk angka 8 mengitari dua buah tiang. Jarak lari kurang lebih\n10 meter dan dilakukan sebanyak 3 putaran. Tes ini selain melihat kebugaran\ndari para peserta juga melihat konsentrasi mereka. Hanya yang bisa melakukan\ntes ini dengan baik-lah yang akan diterima kuliah di STAN.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Prospek Lulusan\nSTAN<\/h2>\n\n\n\n<p>Salah satu hal\nyang membuat banyaknya pemuda dan pemudi ingin kuliah di STAN adalah adanya\nprospek yang cerah untuk lulusan STAN. Untuk prospek dari lulusan STAN, ada\nsetidaknya beberapa instansi yang siap menerima lulusan STAN tersebut. Beberapa\ninstansi tersebut adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p>Sekretariat\nJenderal Kementerian Keuangan Republik Indonesia<\/p>\n\n\n\n<p>Direktorat\nJenderal Kekayaan Negara<\/p>\n\n\n\n<p>Direktorat\nJenderal Anggaran<\/p>\n\n\n\n<p>Direktorat\nJenderal Pengelolaan Utang<\/p>\n\n\n\n<p>Badan Pengawas\nPasar Modal dan Lembaga Keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ikatan Alumni\nSTAN<\/p>\n\n\n\n<p>STAN merupakan\nsalah satu sekolah tinggi yang memiliki kedekatan emosional yang lekat. Mereka\nyang kuliah di STAN akan merasakan persaudaraan tersebut. Bahkan, secara resmi,\nada ikatan alumni STAN yang dibentuk dengan nama ikanas STAN.<\/p>\n\n\n\n<p>Ikatan alumni\nini menjadi wadah dari mereka yang pernah kuliah di STAN untuk berekspresi dan\nberpartisipasi untuk meningkatkan peran mahasiswa STAN di masyarakat. Wadah ini\njuga menjadi bukti bahwa susahnya masuk ke STAN mewarisi susahnya berpaling\ndari lingkungan STAN. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berkuliah di STAN adalah salah satu cita-cita bagi kebanyakan lulusan SMA\/K dan sederajat untuk melanjutkan pendidikan mereka. Memang, kuliah di STAN masih menjadi salah satu hal yang sangat prestisius untuk dicapai. Hal ini tidak diragukan lagi karena pada dasarnya STAN termasuk salah satu kampus terbaik di Indonesia dan menawarkan peluang kerja yang cukup tinggi. STAN [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,3],"tags":[11,12],"class_list":{"0":"post-11877","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","6":"category-blog","7":"category-kedinasan","8":"tag-pkn-stan","9":"tag-stan"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11877","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11877"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11877\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11877"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11877"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11877"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}