{"id":11883,"date":"2019-10-23T06:06:56","date_gmt":"2019-10-22T23:06:56","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiacollege.co.id\/?p=11883"},"modified":"2019-10-23T06:06:56","modified_gmt":"2019-10-22T23:06:56","slug":"alur-dan-syarat-pendaftaran-stis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/alur-dan-syarat-pendaftaran-stis\/","title":{"rendered":"Penting, Ini Alur dan Syarat Pendaftaran STIS yang Perlu Anda Pahami"},"content":{"rendered":"\n<p>STIS adalah salah satu\nperguruan tinggi kedinasan dengan program Diploma IV. Dalam hal ini, STIS\nberada langsung di bawah Badan Pusat Statistik atau BPS. Hal ini senada dengan\nkepanjangan dari STIS sendiri, yakni Sekolah Tinggi Ilmu Statistika. <\/p>\n\n\n\n<p>Sesuai dengan hubungan\nkedinasan dengan BPS, STIS sejak tahun 1958 memberikan kesempatan untuk para\nputra dan putri terbaik bangsa untuk menjadi ahli statistika. Dengan turut pada\npendaftaran STIS, maka mereka akan dididik dengan layak hingga nantinya bisa\nditempatkan di berbagai posisi strategis sesuai dengan kebutuhan BPS dan\nkemampuan pada siswa.<\/p>\n\n\n\n<p>Kurikulum yang dibuat oleh\nSTIS disesuaikan dengan perkembangan ilmu ekonomi, kependudukan, sosial serta\nteknologi informasi. Dalam proses pembelajaran yang dilakukan, STIS akan\nmenekankan pada pengembangan keterampilan di bidang statistik dan juga\nkomputasi statistik. Hal inilah yang menjadi slogan dalam setiap masa\npendaftaran STIS.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sejarah Singkat STIS<\/h2>\n\n\n\n<p>Sebagaimana disinggung di\nawal bahwa STIS merupakan sebuah institusi kependidikan yang berada langsung di\nbawah naungan Badan Pusat Statistik. Dalam sejarahnya, STIS telah mengalami\npeningkatan status. Sebelumnya, nama dari institusi ini adalah AIS atau Akademi\nIlmu Statistika yang menyelenggarakan program Diploma III pada waktu itu.<\/p>\n\n\n\n<p>AIS sendiri \u2013yang\nmerupakan cikal bakal dari STIS, didirikan berdasarkan keputusan Perdana\nMenteri Indonesia pada tahun 1958 yang lalu. Pada awalnya, AIS mendapatkan\nbantuan dana dan tenaga ahli mengajar dari PBB yang bekerja sama dengan UNDP.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, pada tahun 1964, BPS\nmembuka PTIS atau Perguruan Tinggi Ilmu Statistik dengan dosen yang berasal\ndari alumni AIS dan masih dari bantuan PBB. Akan tetapi, usia PTIS tidak\nberlangsung lama. Saat memasuki tahun 1965, timbul gejolak yang membuat Indonesia\nkeluar dari keanggotaan PBB.<\/p>\n\n\n\n<p>Keluarnya Indonesia dari\nanggota PBB membuat bantuan dari PBB juga terputus. Akibatnya, PTIS menjadi\nkekurangan tenaga mengajar dan akhirnya harus ditutup. Walaupun PTIS tutup,\nnamun AIS masih menyelenggarakan pendidikan sebagaimana dulunya untuk\nmenghasilkan ahli-ahli statistika di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Baru memasuki tahun 1997,\nDirektorat Jenderal Pendidikan Tinggi memberikan izin kepada BPS untuk\nmenyelenggarakan pendidikan dengan jenjang Diploma IV. Dengan keputusan\ntersebut ditambah dengan adanya keputusan presiden, maka dibuatlah STIS yang\nditempatkan di bawah naungan BPS.<\/p>\n\n\n\n<p>Tahun tersebut menjadi\nawal berdirinya dan eksistensi STIS. Sejak saat itu, STIS menjadi salah satu\nsekolah tinggi kedinasan terbaik dalam hal statistika dan berhasil mencetak\nbanyak ahli statistika di Indonesia hingga saat ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ragam Jurusan di STIS<\/h2>\n\n\n\n<p>Sebelum membahas perihal\npendaftaran STIS, salah satu hal yang penting untuk diperhatikan adalah ragam\njurusan yang ditawarkan oleh STIS. Ya, ada beberapa jurusan di STIS yang\nditawarkan untuk dipertimbangkan. Mengetahui secara detail jurusan yang\nditawarkan di STIS merupakan hal penting agar calon pendaftar bisa memilih mana\njurusan yang sesuai dengan minat.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, dengan\nmengetahui jurusan yang ditawarkan di STIS, pendaftar juga bisa mengatur\nstrategi dalam menghadapi tahapan-tahapan dalam pendaftaran STIS. Juga, para\npendaftar akan terhindar dari kemungkinan salah jurusan setelah ia diterima di\nSTIS.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun jurusan atau\nprogram studi yang ditawarkan dalam brosur pendaftaran STIS adalah sebagai\nberikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Diploma III Statistika<\/h3>\n\n\n\n<p>Program studi\npertama yang ditawarkan oleh STIS dalam detail pendaftaran yang ditawarkan\nadalah Diploma III Statistika. Ini adalah salah satu jurusan yang paling banyak\ndipilih dalam masa pendaftaran STIS. Selain waktu studi yang tidak lama,\nprospek lulusan dari program studi ini cukup dibutuhkan dalam dunia kerja yang\nberhubungan dengan statistika.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada beberapa\ntujuan yang ditetapkan sebagai <em>goals<\/em>\npada program studi Diploma III Statistika ini. Adapun tujuan yang dimaksud\nadalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Menghasilkan seorang ahli madya statistika di\nmana memiliki profil sebagai pengolah dan penyaji data, analisis data, manajer\nkegiatan statistika dan petugas survei yang berkualitas, unggul serta memiliki\nintegritas yang tinggi dan juga mengikuti perkembangan IPTEK.<\/li><li>Menghasilkan beragam penelitian yang bermanfaat\ndalam pengembangan serta penerapan ilmu statistika.<\/li><li>Menghasilkan karya pengabdian kepada masyarakat\ndi mana bisa meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pemanfaatan statistika\nserta guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Diploma IV Statistika<\/h3>\n\n\n\n<p>Program studi\nkedua yang disediakan dalam proses pendaftaran STIS adalah diploma IV\nstatistika. Program studi ini memiliki visi untuk menjadi program studi yang\nberkualitas serta unggul di bidang statistika terapan, khususnya terkait\nstatistika sosial dan kependudukan serta statistika ekonomi yang memberikan\nsumbangsih bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam detail\nprogram studi, terdapat beberapa hal yang menjadi tujuan dari program studi\ndiploma IV statistika ini. Adapun tujuan yang dimaksud adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Meningkatkan kuantitas serta kualitas dari ahli\nstatistika terapan yang memiliki integritas tinggi, amanat dan professional.<\/li><li>Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian\nterutama yang berhubungan dengan statistika terapan yang bermanfaat bagi\nmasyarakat.<\/li><li>Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terkait\nmanfaat dari statistika bagi masyarakat, terutama untuk perencanaan dan juga\npemecahan masalah.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Diploma IV Komputasi Statistika <\/h3>\n\n\n\n<p>Program studi\nyang disediakan oleh STIS dalam proses pendaftaran STIS adalah diploma IV\nkomputasi statistika. Program studi ini termasuk salah satu yang digemari. Hal\nini dikarenakan prospek lulusan dari program studi ini tergolong cukup cerah\ndan tenaganya banyak dibutuhkan untuk mengisi beragam posisi terkait ahli\nstatistika di BPS.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam\npelaksanaannya, program studi diploma IV komputasi statistika memiliki beberapa\ntujuan yang akan dicapai dalam proses belajar dan mengajar. Adapun beberapa\ntujuan terkait yang dimaksud adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Menyelenggarakan pendidikan tinggi nan\nberkualitas dalam rangka untuk menghasilkan ahli komputasi statistika yang\nberkualitas dan unggul.<\/li><li>Melaksanakan pengembangan ilmu dan teknologi\nserta penelitian di bidang komputasi statistika guna mendukung kegiatan terkait\nstatistika di tingkat nasional dan internasional.<\/li><li>Melaksanakan kegiatan pengabdian kepada\nmasyarakat guna memberikan solusi permasalahan di bidang komputasi statistika.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Syarat dan Tahapan Seleksi\nMasuk STIS<\/h2>\n\n\n\n<p>Perihal pendaftaran STIS,\nada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh para calon pendaftar.\nPersyaratan ini bersifat mutlak karena akan dijadikan pertimbangan proses\nseleksi awal. Artinya, jika syarat-syarat tersebut tidak dipenuhi, maka secara\notomatis pendaftar agar gugur dengan sendirinya dan mimpi untuk masuk ke STIS\nmenjadi sirna.<\/p>\n\n\n\n<p>Berkaitan dengan\npendaftaran STIS, adapun beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi adalah\nsebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Sehat secara jasmani dan rohani, ditandai mampu atau layak bekerja dan beraktivitas, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan.<\/li><li>Tidak buta warna baik secara total ataupun parsial dan tidak menggunakan narkoba.  untuk pengguna kaca mata\/lensa kontak minus (rabun jauh) dan\/atau plus  (rabun dekat) dapat diberikan toleransi di bawah ukuran 6 dioptri; <\/li><li>Merupakan lulusan SMA\/MA jurusan IPA\/IPS atau calon lulusan SMA\/MA jurusan IPA\/IPS kelas XII.<\/li><li>Memiliki nilai matematika dan bahasa Inggris minimal  80,00 (skala 1\u2010100) atau 3,20 (skala 1\u20104,00) pada Ijazah atau Surat  Keterangan Lulus\/Surat Keterangan Hasil Ujian Sementara (bagi yang belum  memiliki ijazah); <\/li><li>Berumur minimal 16 tahun dan maksimal 22 tahun pada saat proses pendaftaran STIS.<\/li><li>Belum menikah dan bersedia untuk tidak menikah selama mengikuti pendidikan di STIS hingga waktu pengangkatan menjadi PNS.<\/li><li>Tidak sedang menjalankan ikatan dinas dengan instansi lainnya.<\/li><li>Bersedia mematuhi segala peraturan yang telah ditentukan dan diputuskan oleh pihak STIS.<\/li><li>Bersedia menandatangani surat perjanjian ikatan dinas atau SPID bagi mereka yang dinyatakan lulus dalam proses pendaftaran STIS dan akan mengikuti pendidikan di STIS.<\/li><li>Setelah lulus pendidikan di STIS bersedia ditempatkan di Badan Pusat Statistik (BPS), kementerian, lembaga atau instansi lainnya yang sesuai dan ditempatkan di seluruh wilayah di Indonesia sampai pada tingkat kabupaten atau kota.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Beberapa syarat masuk STIS\ntersebut harus dipenuhi oleh mereka yang hendak mengikuti proses pendaftaran\nSTIS. Tentu, sebagaimana disinggung di awal, beberapa syarat tersebut hukumnya\nmutlak. Artinya, jika ada satu syarat yang tidak dipenuhi, maka kesempatan\nuntuk bergabung dengan STIS menjadi sirna.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu, bagaimana dengan\ntahapan seleksi dalam proses SPMB STIS? Nah, perlu diketahui bahwa dalam proses\npendaftaran STIS ada beberapa tahapan seleksi yang harus dilalui oleh\nmasing-masing pendaftar. Proses seleksi ini akan menyaring mereka-mereka yang\npantas untuk masuk ke STIS.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun tahapan seleksi\nselama pendaftaran STIS adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Tes Akademik<\/h3>\n\n\n\n<p>Tahapan pertama\npada seleksi masuk STIS adalah tes akademik. Dalam hal ini, tes akademik akan\ndiselenggarakan dengan materi soal matematika dan bahasa Inggris. Detail\nmatematika yang dijadikan bahan ujian adalah matematika IPA. Jika di rata-rata,\nSTIS akan meloloskan sekitar 10% dari jumlah pendaftar pada proses pertama ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Tes Kemampuan Dasar<\/h3>\n\n\n\n<p>Lolos dari tes\nakademik, peserta pendaftaran STIS akan menghadapi tes kemampuan dasar atau\nTKD. Tes ini dilakukan dengan beberapa materi yang berbeda. Selain itu, tes\ndilakukan dengan menggunakan sistem CAT atau Computer Assisted Test dan\ndikerjakan dalam waktu sekitar 100 menit. <\/p>\n\n\n\n<p>Adapun materi\natau sub-test yang harus dikerjakan dalam TKD ini adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Tes Wawasan Kebangsaan<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Seperti\nnamanya, tes ini berisi tentang beragam hal terkait wawasan kebangsaan. Materi\nyang dijadikan sumber soal adalah PKN, sejarah Indonesia dan sejarah dunia.\nDalam poin ini, ada sekitar 35 soal yang akan diajukan. Untuk bisa lulus,\nminimal ada 15 soal yang dijawab dengan benar.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Tes Intelegensia Umum<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Sub-test kedua\nadalah tes intelegensia umum. Tes ini merupakan ujian yang diambil dengan\nbeberapa materi yang berbeda. Adapun beberapa materi tersebut adalah kemampuan\nverbal, kemampuan penalaran dan kemampuan numerik. Jumlah soal pada poin kedua\nini ada 30 soal dengan minimal 16 soal harus dijawab dengan benar untuk lulus.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Tes Karakteristik Pribadi<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Tes\nkarakteristik pribadi adalah sub-test terakhir dalam TKD yang harus dikerjakan.\nTes ini berisi tentang hal-hal seputar pendaftar. Dalam poin ini terdapat 35\nsoal dan 5 buah solusi. Untuk bisa lulus pendaftaran STIS, para peserta harus\nmendapatkan minimal 143 poin dari maksimal 175 poin.<\/p>\n\n\n\n<p>1. Psikotes<\/p>\n\n\n\n<p>Lulus dari TKD,\npara peserta pendaftaran STIS akan menghadapi psikotes. Bisa dikatakan ini\nadalah salah satu tes yang sangat sulit dan melelahkan. Ya, hal ini cukup\nberalasan karena jumlah soal STIS sangat banyak dan waktu pengerjaan yang cukup\nterbatas. Ada cukup banyak sub-test yang disediakan dan semuanya harus\ndikerjakan dengan baik dan tuntas.<\/p>\n\n\n\n<p>2. Tes Kesehatan<\/p>\n\n\n\n<p>Tes terakhir\nyang akan dilalui oleh para peserta pendaftaran STIS adalah tes kesehatan dan\ntes kebugaran. Sebagaimana sekolah kedinasan lainnya, STIS juga menerapkan\nkurikulum semi militer sehingga tes kesehatan menjadi salah satu hal yang\nsangat penting untuk dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam tes\nkesehatan dan tes kebugaran ini ada beberapa bagian yang akan dijadikan objek\ntes. Adapun beberapa materi tes kesehatan tersebut adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Tes PD, yakni pemeriksaan terkait detak jantung\ndan denyut nadi<\/li><li>Tes indeks tubuh, meliputi tinggi tubuh dan berat\nbadan<\/li><li>Tes visual mata<\/li><li>Tes buta warna<\/li><li>Tes tekanan darah<\/li><li>Tes darah lengkap<\/li><li>Tes urine<\/li><li>Tes pernapasan<\/li><li>Tes EKG atau grafik jantung<\/li><li>Rontgen.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Beberapa bagian tes\ntersebut menjadi hal yang harus dihadapi oleh para peserta pendaftaran STIS.\nSalah satu hal yang harus menjadi perhatian dan perlu digarisbawahi adalah pada\nsetiap tahapan tersebut berlaku sistem gugur. Artinya, ketika seorang pendaftar\ngagal di salah satu tes, maka ia tidak akan bisa mengikuti tes berikutnya dan\ntidak akan diterima di STIS.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jadwal Pendaftaran STIS<\/h2>\n\n\n\n<p>Hal yang paling sering ditanyakan\nperihal pendaftaran STIS adalah kapan jadwal pendaftaran tersebut dibuka. Nah,\nSTIS sebenarnya akan menyelenggarakan proses seleksi setiap tahun. Hanya saja,\nuntuk tahun 2019 ini STIS sudah membuka pendaftaran sejak bulan April yang lalu\ndan kini sudah berakhir. <\/p>\n\n\n\n<p>Dalam jadwal yang\ndidapatkan secara resmi dari website pendaftaran STIS dijelaskan bahwa jadwal\ntes akan mulai dilangsungkan pada tanggal 11 Mei 2019. Artinya, Anda yang saat\nini ingin mendaftar sudah tidak mendapatkan kesempatan. Namun, tentu, mereka\nyang ingin masuk ke STIS bisa mempersiapkan diri guna turut dalam proses\npendaftaran di tahun depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentu, setelah berbagai\ntes tersebut, akan ada pengumuman STIS. Pengumuman ini akan dilakukan setelah\nsekitar satu bulan dari proses pendaftaran STIS.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Prospek Lulusan STIS<\/h2>\n\n\n\n<p>Sebagaimana dijelaskan di\nawal bahwa STIS merupakan sekolah kedinasan. Oleh karena adanya hubungan\nkedinasan ini, prospek lulusan STIS akan cerah dan akan mendapatkan jaminan\npekerjaan. Dalam hal ini, lulusan STIS akan ditempatkan di kantor-kantor BPS \u2013sebagai\nbadan yang menaungi STIS.<\/p>\n\n\n\n<p>Para lulusan tersebut akan\nmenempati beberapa bagian di BPS dan akan melakukan pengabdian selama 2 tahun.\nPerlu diketahui bahwa lulusan dari STIS akan diproyeksikan keluar dari pulau\nJawa karena kebutuhan karyawan BPS yang cukup tinggi. Setelah pengabdian selama\n2 tahun tersebut, maka mereka baru boleh keluar dari BPS dan mencari pekerjaan\nlain.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk pekerjaan lainnya,\nlulusan dari STIS juga bisa mendapatkan posisi yang bagus. Lulusan statistik\ndibutuhkan hampir di semua bidang. Beberapa bidang seperti hukum atau perbankan\npasti membutuhkan tenaga seorang statistik. Oleh karena itu, mengenai prospek,\nmereka yang mengenyam pendidikan di STIS bisa diandalkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu, bagaimana dengan\ngaji lulusan STIS? Perihal gaji tentu tidak bisa dijelaskan secara mendetail.\nGaji dari lulusan STIS tentu akan berbeda-beda menurut posisi pekerjaan dan di\nmana ia akan bekerja. Akan tetapi, karena merupakan ahli dalam bidang statistik\nbisa dipastikan bahwa para lulusan dari STIS akan mendapatkan gaji tinggi,\nterlebih status mereka adalah PNS.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, demikian beberapa\nulasan mengenai pendaftaran STIS dilihat dari proses, syarat dan juga prospek\ndari lulusan. STIS memang menjadi salah satu sekolah tinggi favorite untuk\nmelanjutkan proses pendidikan dan cita-cita. Hanya saja, untuk bisa diterima di\nSTIS ada jalan panjang yang harus dilalui serta persaingan yang cukup ketat.\nHal ini dikarenakan pendaftar STIS selalu melonjak dari tahun ke tahun. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>STIS adalah salah satu perguruan tinggi kedinasan dengan program Diploma IV. Dalam hal ini, STIS berada langsung di bawah Badan Pusat Statistik atau BPS. Hal ini senada dengan kepanjangan dari STIS sendiri, yakni Sekolah Tinggi Ilmu Statistika. Sesuai dengan hubungan kedinasan dengan BPS, STIS sejak tahun 1958 memberikan kesempatan untuk para putra dan putri terbaik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,3],"tags":[16,17],"class_list":{"0":"post-11883","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","6":"category-blog","7":"category-kedinasan","8":"tag-polstat-stis","9":"tag-stis"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11883","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11883"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11883\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11883"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11883"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11883"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}