{"id":11994,"date":"2019-10-31T01:30:37","date_gmt":"2019-10-30T18:30:37","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiacollege.co.id\/?p=11994"},"modified":"2019-10-31T01:30:37","modified_gmt":"2019-10-30T18:30:37","slug":"syarat-proses-dan-alur-pendaftaran-stin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/syarat-proses-dan-alur-pendaftaran-stin\/","title":{"rendered":"Syarat, Proses dan Alur Pendaftaran STIN"},"content":{"rendered":"\n<p>Sekolah Tinggi Intelijen\nNegara atau STIN adalah salah satu perguruan tinggi kedinasan yang ada di\nIndonesia. STIN berada secara langsung di bawah naungan BIN atau Badan\nIntelijen Negara. Seperti namanya, sekolah ini bertujuan untuk mencetak kader\nterbaik dengan kemampuan intelijen yang mumpuni guna mengisi berbagai posisi\nyang dibutuhkan di dalam BIN secara organisasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, setiap\ntahun dibuka pendaftaran STIN guna menjaring para pendaftar yang memiliki minat\ntinggi untuk belajar mengenai intelijen negara dan bergabung menjadi bagian\nBIN. Meskipun tidak se-populer STAN atau STIS, peminat STIN cukup banyak dan\nsetiap tahun ribuan pendaftar bersaing untuk memperebutkan kuota yang\ndisediakan secara terbatas.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sejarah Singkat STIN<\/h2>\n\n\n\n<p>Dibuatnya STIN tidak lepas\ndari buah pikiran Jenderal TNI (Purnawirawan) Dr. A.M. Hendropriyono yang pada\nwaktu itu menjabat sebagai ketua BIN. Beliau, pada tahun 2002, mencetuskan\nidenya terkait perlunya ada sekolah khusus untuk mencari kader terbaik guna\nmengisi posisi-posisi di BIN. <\/p>\n\n\n\n<p>Namun, ide tersebut baru\ndirealisasikan dua tahun setelahnya. Ya, pada tahun 2004, STIN resmi dibuat dan\ndiresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, pada waktu itu, yakni Megawati\nSoekarno Putri. Setelah itu, dibukalah pendaftaran STIN untuk pertama kali dan\ndimulai pula kuliah perdana di STIN.<\/p>\n\n\n\n<p>STIN dibangun di atas\nlahan yang terletak di daerah Sentul, Bogor, Jawa Barat. Sejak dari awal\nberdirinya hingga adanya proses pendaftaran STIN pertama kali, tujuan\ndibentuknya STIN adalah untuk menyiapkan para mahasiswa STIN menjadi anggota\nmasyarakat intelijen yang memiliki kemampuan akademik yang bagus dan memiliki\nkeahlian yang profesional.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan dua konsep dasar\ntersebut, mahasiswa STN akan mampu menerapkan serta mengembangkan beragam jenis\nilmu intelijen, seperti ilmu pengetahuan, teknologi dan juga seni di bidang\nintelijen. Output dari rangkaian tujuan tersebut adalah membantu pihak-pihak,\nterutama BIN, untuk mempertahankan kesatuan dan persatuan Negara Kesatuan\nRepublik Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pilihan Jurusan di STIN<\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam proses pendaftaran\nSTIN, sekolah tinggi ini akan memberikan pilihan jurusan kepada para pendaftar.\nAdapun jurusan yang terdapat di STIN adalah agen dan analisis intelijen negara.\nKedua jurusan tersebut akan memberikan gelar S.in dan para mahasiswa akan\nmenempuh pendidikan selama 4 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika disimak, program\nstudi agen akan mengajarkan para mahasiswa mengenai bagaimana cara untuk\nmenjadi agen intelijen yang andal. Dalam hal ini, mereka akan lebih banyak\nditerjunkan di lapangan untuk melakukan pengintaian atau tugas lain yang\ndiberikan oleh pimpinan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan analisis\nintelijen negara adalah program studi di mana pengamatan menjadi hal yang lebih\nutama. Pada program studi ini, mahasiswa akan belajar mengenai analisis\nberbagai macam kejadian dan teori yang berkaitan dengan dunia intelijen. Oleh\nkarena itu, lulusan dari program studi ini biasanya akan menjadi seorang\npengamat atau ahli strategi. <\/p>\n\n\n\n<p>Perlu diketahui bahwa\njurusan di STIN hanya ada dua tersebut. Selain itu, dalam proses menghadapi PMB\nSTIN, pengetahuan mengenai jurusan tersebut menjadi hal penting untuk\ndilakukan. Hal ini beralasan karena dengan mengetahui seluk beluk mengenai\njurusan tersebut, pendaftar tidak akan salah jurusan dan bisa memilih jurusan\nyang tepat sesuai minat mereka.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Syarat Pendaftaran STIN<\/h2>\n\n\n\n<p>Setiap tahun akan dibuka\npendaftaran STIN yang baru untuk memenuhi kelas yang disediakan. Akan tetapi,\nbagi mereka yang ingin mendaftar di STIN, maka hal pertama yang harus diketahui\nadalah syarat masuk STIN. Ya, mengetahui beberapa syarat tersebut adalah\nperkara penting. Hal ini dikarenakan kelulusan dalam proses pendaftaran akan\nsangat berpengaruh pada syarat tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika ada syarat\npendaftaran STIN yang tidak dipenuhi, bisa dipastikan bahwa calon pendaftar\nakan gagal dan tidak akan diterima untuk masuk menjadi keluarga besar STIN.\nLantas, apa saja syarat yang dibebankan dalam proses pendaftaran tersebut?\nPersyaratan untuk masuk ke STIN dibedakan menjadi dua, yakni syarat umum dan\nsyarat administrasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun persyaratan umum dalam proses pendaftaran STIN\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Laki\/laki atau perempuan dan Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li><li>Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.<\/li><li>Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.<\/li><li>Tidak pernah terlibat tindak pidana.<\/li><li>Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).<\/li><li>Berpendidikan minimal SMA\/SMK\/MA (bukan lulusan paket C) dengan ketentuan: Lulusan SMA\/SMK\/MA tahun 2020 dan 2021, nilai rata-rata ijazah minimal 80; Bagi lulusan SMA\/SMK\/MA tahun 2022, nilai rata-rata rapor semester 1 s\/d semester 5 minimal 75.<\/li><li>Belum pernah menikah dan bersedia tidak menikah selama masa pendidikan.<\/li><li>Belum pernah melahirkan (perempuan) dan belum pernah punya anak biologis (laki-laki).<\/li><li>Tidak bertato dan\/atau memiliki bekas tato.<\/li><li>Tidak bertindik dan\/atau memiliki bekas tindik pada bagian tubuh yang tidak lazim (perempuan).<\/li><li>Tidak bertindik dan\/atau memiliki bekas tindik pada bagian tubuh manapun (laki-laki).<\/li><li>Sehat jasmani, rohani, dan tidak pernah mengalami patah tulang.<\/li><li>Apabila berkacamata, maksimal ukuran 1 baik plus atau minus.<\/li><li>Tidak buta warna.<\/li><li>Tinggi badan minimal 165 cm untuk pria dan 160 cm untuk putri (berat badan seimbang menurut ketentuan berlaku).<\/li><li>Usia pada tanggal 31 Desember 2022 serendah-rendahnya 16 tahun dan tidak lebih dari 21 tahun (dibuktikan dengan Akta Kelahiran\/Surat Keterangan Lahir).<\/li><li>Mendapatkan persetujuan orang tua\/wali yang dibuktikan dengan surat pernyataan orang tua\/wali.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Sedangkan persyaratan\nadministrasi untuk para pendaftar yang ingin mengikuti proses pendaftaran STIN adalah\nsebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Surat izin orang tua\n     atau wali<\/li><li>Foto copy ijazah\n     SMA\/MA\/SMK dengan nilai rata-rata 70 dan foto copy rapor semester genap\n     dari kelas X hingga XII dengan rata-rata nilai 70<\/li><li>Surat keterangan\n     berbadan sehat dan tidak buta warna dari puskesmas atau RSUD setempat<\/li><li>Surat keterangan\n     bebas narkoba dari RSUD setempat<\/li><li>Surat keterangan\n     belum pernah menikah dari kepala desa atau kelurahan setempat<\/li><li>Pas foto dengan\n     ukuran 4&#215;6 sebanyak 1 buah. Bagi putra menggunakan latar belakang warna\n     merah dan bagi putri menggunakan latar belakang warna biru. <\/li><li>Foto seluruh badan\n     berwarna terbaru dengan ukuran postcard mengenakan atasan putih dan\n     bawahan hitam serta tampak depan, samping kanan dan kiri.<\/li><li>Foto copy akta\n     kelahiran atau surat tanda lahir<\/li><li>Foto copy kartu\n     keluarga<\/li><li>Foto orang tua atau wali.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Beberapa syarat tersebut\nmerupakan hal yang wajib untuk dipenuhi dalam proses pendaftaran STIN. Jika ada\nsyarat yang tidak dipenuhi, maka tentu saja pendaftar akan tersisih dan tidak\nbisa mendapatkan mimpinya untuk bergabung dengan STIN.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tahapan Seleksi dalam\nPendaftaran STIN<\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam proses pendaftaran\nSTIN, setiap pendaftar akan menghadapi beberapa proses seleksi yang telah\nditetapkan. Proses seleksi ini bertujuan untuk menyaring para pendaftar terbaik\nuntuk diterima di STIN. Secara umum, Anda yang ingin mendaftar di STIN harus\nmelalui tiga jenis tahapan seleksi. Tentu, setiap tahapan seleksi harus dilalui\ndengan lancar agar diterima.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun penjabaran mengenai\nproses dan tahapan seleksi terkait pendaftaran STIN adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Seleksi Administrasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Bagian pertama\ndari proses seleksi dalam pendaftaran STIN adalah seleksi administrasi. Proses\nseleksi ini bertujuan untuk melihat kelengkapan dokumen yang dikirimkan oleh\npara pendaftar. Sebagaimana diketahui, ada beberapa syarat administrasi \u2013sebagaimana\ndisebutkan di awal, untuk dikirimkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kelengkapan\nadministrasi ini di upload oleh pendaftar melalui laman website resmi STIN dan\nakan diteliti oleh panitia pusat. Seleksi administrasi ini merupakan bagian\nyang sangat krusial dalam tahapan pendaftaran STIN. Jika ada kelengkapan\ndokumen yang terlewati, maka pendaftar tersebut akan gugur dan kesempatan untuk\nbergabung dengan STIN menjadi hilang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Seleksi Kemampuan Dasar<\/h3>\n\n\n\n<p>Tes selanjutnya\nyang akan dihadapi oleh para calon taruna STIN adalah tes kemampuan dasar atau\nTKD. Tes ini hanya akan diikuti oleh mereka yang sudah dinyatakan lulus dalam\ntes sebelumnya, yakni proses seleksi administrasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam seleksi\nTKD ini, STIN akan menggunakan sistem CAT atau computer assisted test dan tidak\nlagi menggunakan kertas LJK seperti beberapa tahun sebelumnya. Dalam TKD ini\nada beberapa materi atau pengetahuan yang akan di tes. Adapun beberapa materi\natau sub-test TKD adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Tes Wawasan Kebangsaan <\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Tes ini akan\nmenguji pengetahuan pendaftar mengenai wawasan kebangsaan. Ada beberapa materi\nyang akan diujikan, seperti materi mengenai pendidikan kewarganegaraan, sejarah\nIndonesia dan juga sejarah dunia.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Tes Intelektual Umum<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Tes intelektual\numum adalah sub-test dari TKD yang akan digunakan untuk menilai kemampuan\npendaftar secara umum. Adapun beberapa materi terkait sub-test ini salah\nsatunya adalah kemampuan dalam hal penalaran.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Tes Karakteristik Pribadi<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Sub-test\nterakhir dalam TKD adalah tes mengenai karakteristik pribadi. Sub-test ini akan\nmenguji karakteristik dari setiap pendaftar. Ada beberapa materi mengenai\nsub-test ini yang semuanya mirip dengan tes psikologi. Perlu diketahui bahwa\nsoal STIN dalam tes ini cukup rumit dan memiliki standarisasi yang cukup\ntinggi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Seleksi Kompetensi Bidang<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika pendaftar\nlolos dalam TKD, maka mereka akan menghadapi seleksi kompetensi bidang. Ini\nadalah bagian seleksi dalam proses pendaftaran STIN yang harus dilalui sebelum\nditerima nantinya oleh STIN sebagai mahasiswa yang baru. Dalam seleksi\nkompetensi bidang ada beberapa hal yang akan dijadikan materi tes.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun beberapa\nbidang tersebut adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Tes kesehatan fisik<\/li><li>Tes kesehatan jiwa<\/li><li>Psikologi<\/li><li>Kesamaptaan jasmani<\/li><li>Tes mental ideologi dan wawancara.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Ketiga tahapan seleksi\ndalam pendaftaran STIN harus dilalui dengan baik oleh para pendaftar yang ingin\nmelanjutkan studi mereka di STIN. Perlu diketahui ada sistem gugur dalam setiap\nproses dan tahapan seleksi tersebut. Oleh karena itu, mereka yang gagal secara\notomatis akan tersingkir dan tidak akan bisa mengikuti tahapan lanjutan dari\ntes tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu, bagaimana dengan\npenyelenggaraan tes tersebut? Dalam hal ini, pihak STIN akan mengadakan tes\npendaftaran STIN di beberapa kota besar di Indonesia. Adapun beberapa kota yang\nmenjadi lokasi tes adalah Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Palembang,\nDenpasar, Makassar dan Jayapura.<\/p>\n\n\n\n<p>Adanya beberapa pilihan\nkota terkait seleksi pendaftaran STIN tersebut akan memudahkan tiap pendaftar\nuntuk mengikuti tes di kota dekat tempat tinggal mereka. Hal ini juga\nmenguntungkan untuk menjaga kesehatan selama tes berlangsung. <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jadwal Pendaftaran STIN Tahun 2022<\/h2>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Pengumuman Pembukaan Seleksi&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : 1 \u2013 8 April 2022<\/li><li>Pendaftaran&nbsp;<em>Online<\/em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : 9 April \u2013 5 Mei 2022<\/li><li>Seleksi Kompetensi Dasar&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Mei \u2013 Juni 2022<\/li><li>Tes Psikologi&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Juni 2022<\/li><li>Tes Kesehatan Fisik dan Jiwa&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Juni 2022<\/li><li>Tes Kesamaptaan Jasmani&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Juni 2022<\/li><li>Mental Ideologi\/Wawancara&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Juni 2022<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Selain itu, ada beberapa\ninformasi lain yang cukup penting untuk diketahui selama proses pendaftaran\nSTIN berlangsung. Adapun beberapa informasi tersebut adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Selama proses pendaftaran STIN, calon mahasiswa\natau taruna tidak akan dipungut biaya apapun<\/li><li>Keputusan dari panitia seleksi pendaftaran STIN\ntidak dapat diganggu gugat<\/li><li>Harap hati-hati dengan penipuan yang\nmengatasnamakan panitia penerimaan calon taruna STIN<\/li><li>Dalam proses pendaftaran STIN dan penerimaan,\ntidak diadakan surat menyurat serta tidak ada dispensasi dalam bentuk apapun<\/li><li>Apabila pelamar memberikan keterangan atau data\nyang tidak benar dan diketahui, maka STIN berhak untuk membatalkan keputusan<\/li><li>Segala perubahan yang terjadi terkait ketentuan\npendaftaran STIN akan diinformasikan melalui website resmi STIN.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Beberapa informasi\ntersebut cukup penting untuk diketahui terutama untuk mengatasi penipuan yang\nterjadi. Hal ini cukup penting karena memang ada cukup banyak kasus yang\nmengatasnamakan pendaftaran STIN dikarenakan tingginya minat mahasiswa baru\nuntuk bergabung dengan STIN guna melanjutkan studi mereka.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Prospek Kerja Lulusan STIN<\/h2>\n\n\n\n<p>Sebagaimana diketahui,\nSTIN adalah sekolah kedinasan. Oleh karena itu, secara langsung, para lulusan\nSTIN akan mendapatkan kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan setelah melalui\nproses pendidikan panjang di kampus.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam hal ini, berbincang\nmengenai prospek kerja STIN, maka para lulusan dari kampus ini akan menjadi SDM\natau sumber daya manusia dari Badan Intelijen Negara atau BIN. Mereka akan\nmenempati beberapa bagian dan posisi strategis yang dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n<p>BIN pada dasarnya\nmembutuhkan cukup banyak SDM untuk disebar di berbagai pos yang ada di seluruh\nIndonesia. Dengan demikian, maka para peserta pendaftaran STIN tidak perlu\nrisau terkait masa depan mereka karena ada titik cerah mengenai apa pekerjaan\nmereka setelah lulus. Hanya saja, tentu harus ada usaha untuk menjadi mahasiswa\nunggulan guna lulus pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Lantas, bagaimana dengan\ngaji lulusan STIN&nbsp; ? Selain prospek\npekerjaan, gaji lulusan dari kampus STIN menjadi salah satu pertanyaan yang\nsering diajukan. Perihal gaji, tidak besaran gaji yang bisa disampaikan. Hal\nini beralasan karena besaran gaji tersebut tidak sama dan tergantung dari\nposisi serta masa bakti dari semua lulusan kampus STIN tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentu, semakin lama masa\nbakti dan semakin tinggi posisi, besaran gaji yang diterima akan semakin\ntinggi. Namun, secara umum, lulusan dari STIN akan mendapatkan posisi sebagai\nPNS. Dengan posisinya tersebut, tentu besaran gaji yang diterima cukup besar\ndan bisa dipastikan lebih tinggi daripada UMR daerah setempat.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikian beberapa ulasan\nmengenai seluk-beluk pendaftaran STIN mulai dari syarat, tahapan dan prospek ke\ndepan mengenai lulusan dari kampus ini. Bisa dipastikan bahwa STIN merupakan\nsalah satu sekolah yang siap memberikan masa depan cerah untuk para pendaftar.\nNamun, tentu perlu perjuangan yang tinggi untuk bisa lulus dalam proses\nseleksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, jika Anda berminat\nuntuk melanjutkan studi di STIN, maka ada cukup banyak persiapan yang harus\ndilakukan. Selain itu, update informasi mengenai pendaftaran STIN untuk\nmendapatkan informasi yang valid mengenai bagaimana proses pendaftaran\ntersebut. Semoga bermanfaat. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sekolah Tinggi Intelijen Negara atau STIN adalah salah satu perguruan tinggi kedinasan yang ada di Indonesia. STIN berada secara langsung di bawah naungan BIN atau Badan Intelijen Negara. Seperti namanya, sekolah ini bertujuan untuk mencetak kader terbaik dengan kemampuan intelijen yang mumpuni guna mengisi berbagai posisi yang dibutuhkan di dalam BIN secara organisasi. Oleh karena [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,3],"tags":[18,19],"class_list":{"0":"post-11994","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","6":"category-blog","7":"category-kedinasan","8":"tag-pendaftaran-stin","9":"tag-stin"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11994","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11994"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11994\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11994"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11994"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11994"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}