{"id":12507,"date":"2019-11-06T01:51:02","date_gmt":"2019-11-05T18:51:02","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiacollege.co.id\/?p=12507"},"modified":"2019-11-06T01:51:02","modified_gmt":"2019-11-05T18:51:02","slug":"contoh-soal-psikotest-tips-dan-cara-menjawabnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/contoh-soal-psikotest-tips-dan-cara-menjawabnya\/","title":{"rendered":"Contoh Soal Psikotest, Tips dan Cara Menjawabnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam proses perekrutan\nkaryawan baru di sebuah perusahaan, psikotes termasuk salah satu tahapan\nseleksi yang sangat penting untuk menyaring para pendaftar sebuah perusahaan\ntersebut. Tes ini biasanya termasuk momok yang menakutkan bagi para peserta\ntes. Selain soalnya yang terkadang rumit dan ragam serta jumlahnya banyak,\nwaktu menjawabnya pun sangat terbatas.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal inilah yang membuat\npara calon karyawan tersebut berbondong-bondong untuk mencari contoh soal\nPsikotest. Dengan mencari contoh soal, tentu mereka akan merasa lebih familiar\ndengan aneka soal psikotes tersebut. Harapannya, tentu mereka akan lebih mudah\nmengerjakan dan struggle dengan waktu yang cenderung terbatas tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Memang, mempelajari contoh\nsoal Psikotest merupakan salah satu strategi yang tepat untuk dilakukan. Hal\nini dikarenakan jenis soal psikotes, meskipun banyak variasinya, namun memiliki\nkemiripan satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, jika Anda mengetahui\nbagaimana soal psikotes tersebut, maka soal baru bisa jadi sama, mirip atau\nsekilas hanya berupa variasi saja.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Awal Psikotes<\/h2>\n\n\n\n<p>Sebenarnya, apa yang\ndimaksud dengan psikotes tersebut? Nah, menurut pengertiannya, psikotes berasal\ndari kata psycho dan test. Kata psycho berarti kejiwaan dan test berarti\npengujian. Dengan breakdown kata tersebut, bisa diartikan bahwa Psikotest\nadalah merupakan ujian untuk mengetahui bagaimana kondisi kejiwaan dan watak\nseseorang.<\/p>\n\n\n\n<p>Akan tetapi, dalam\npraktiknya, psikotes tidak hanya digunakan untuk menguji atau mengetahui watak\ndari calon karyawan sebuah perusahaan. Tes ini juga akan digunakan untuk\nmenguji bagaimana kemampuan, bakat, kecerdasan, minat, kepribadian dan beberapa\nhal lain terkait individu calon karyawan untuk diketahui.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi perusahaan, psikotes\nmenjadi hal yang penting. Hal ini ditujukan untuk mendapatkan karyawan yang\nsesuai dengan bagaimana arah kerja dari perusahaan tersebut. Tentu, memiliki\nkaryawan yang secara kepribadian sama dengan maksud dari perusahaan akan\nmembantu peningkatan perusahaan ke arah yang lebih baik dengan lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis-jenis Psikotes dan\nTujuannya<\/h2>\n\n\n\n<p>Sebelum membahas tentang\ncontoh soal Psikotest, hal pertama yang perlu diketahui adalah macam macam\nPsikotest. Ya, perlu diketahui bahwa psikotes memiliki beberapa macam tes yang\nberbeda. Variasi jenis tes psikotes ini memang sengaja dibuat untuk memberikan\nhasil yang lebih spesifik dari tes yang dijalankan.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, adapun jenis-jenis\ndari psikotes yang seringkali digunakan dalam proses seleksi baik karyawan dan\nlainnya adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tes Kecerdasan<\/h3>\n\n\n\n<p>Tes kecerdasan\nmenjadi salah satu macam psikotes yang paling umum dan pasti digunakan dalam\npenyelenggaraan psikotes. Tes ini, seperti namanya, akan digunakan untuk\nmengetahui tingkat kecerdasan dari calon karyawan. Dalam praktiknya, tes ini\ndibedakan menjadi beberapa poin yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun beberapa\njenis psikotes yang masuk dalam ranah tes kecerdasan adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. Tes Verbal<\/h4>\n\n\n\n<p>Tes verbal\nmerupakan jenis psikotes yang digunakan untuk mengetahui kemampuan seseorang\nterkait konsep kata-kata, hubungan kata atau pengenalan terkait perbendaharaan\nkata. Dalam hal ini, materi yang seringkali diujikan dalam jenis tes ini adalah\ntes persamaan kata, tes padanan kata, tes lawan kata, tes analogi dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu,\nmateri terkait pengetahuan umum serta bahasa juga masuk dalam materi pada tes\nverbal. Tentu, mempelajari contoh soal Psikotest terkait tes verbal akan sangat\nmembantu. Hal ini dikarenakan kata-kata yang menjadi materi tes seringkali\nmerupakan kata yang sangat tidak familiar dan jarang didengar dan digunakan\nsehari-hari. <\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. Tes Kuantitatif <\/h4>\n\n\n\n<p>Jenis tes lain\nyang masih masuk dalam bagian dari tes kecerdasan psikotes adalah tes kuantitatif.\nTes ini merupakan jenis psikotes yang terdiri dari tes deret angka dan huruf,\ntes logika matematika, tes konsep aljabar, tes aritmatika dan tes matematika\nberpola. Jika dilihat sepintas, maka jenis tes pada psikotes ini sama saja\ndengan tes berhitung.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, hal yang\nmenjadi tantangan adalah kecepatan, akurasi dan ketelitian menjadi ukuran dari\npenilaian tersebut. Meskipun terlihat rumit, Anda tentu tidak perlu khawatir.\nHal ini dikarenakan Anda tidak perlu untuk menghafal rumus matematika tersebut karena\npengerjaan tes ini tidak memerlukan rumus yang rumit tetapi lebih pada\nketelitian dan akurasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Akan tetapi,\nmeskipun bisa dikatakan tidak terlalu susah, nyatanya tes ini menjadi salah\nsatu momok psikotes. Hal ini dikarenakan jumlah tes kualitatif sangat banyak\ndan waktu menjawab yang disediakan cukup terbatas. Oleh karena itu, mempelajari\ncontoh soal Psikotest terkait tes kualitatif menjadi hal yang penting untuk\ndilakukan sebagai langkah awal pengetahuan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">3. Tes Penalaran<\/h4>\n\n\n\n<p>Bagian lain\ndari tes kecerdasan adalah tes penalaran. Dalam hal ini, jenis psikotes ini\nterdiri dari penalaran logis dan juga analitis. Bagian tes ini digunakan untuk\nmenguji kemampuan peserta untuk memahami, mencerna serta menganalisis dan\nkemudian mengungkapkan sesuatu yang tersembunyi dengan kesimpulan yang logis.<\/p>\n\n\n\n<p>Penalaran\nmenjadi hal yang diutamakan dalam tes ini. Hal ini sejalan dengan bagaimana\npenalaran akan sangat diperlukan dalam dunia kerja, terutama ketika seorang\nkaryawan harus membuat sebuah keputusan.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, Anda bisa\nmelihat contoh soal Psikotest terkait tes ini. Dengan melihat contoh soal\ntersebut, Anda tentu akan mengetahui detail dari tes ini dan bisa memperkirakan\nbagaimana tes ini akan disajikan ketika Anda menghadapinya.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">4. Tes Persepsi Gambar<\/h4>\n\n\n\n<p>Tes lain yang\nmasuk dalam golongan psikotes untuk mengetes kecerdasan adalah tes persepsi\ngambar. Tes ini seringkali disebut sebagai tes logika gambar atau tes logika\npenalaran. Seperti namanya, tes ini tersaji dengan sederet gambar yang memiliki\npola serta irama gambar secara beraturan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam contoh\nsoal Psikotest bisa dilihat bahwa bentuk tes ini sangat bervariasi. Adapun\nbeberapa variasi yang terdapat dalam tes ini diantaranya adalah melanjutkan\nseri gambar, identifikasi atau pengelompokan gambar, membedakan gambar dan\nmemadukan gambar. Tes ini bertujuan untuk melatih ketelitian, imajinasi dan\nkemampuan membaca pola.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda yang tidak\natau belum familiar dengan pola bisa saja bingung ketika harus menghadapi tes\nini. Oleh karena itu, pelajari contoh soal Psikotest terkait tes persepsi\ngambar untuk mempelajari pola yang tersaji dalam tes tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">5. Tes Spasial<\/h4>\n\n\n\n<p>Jenis psikotes\nlain terkait tes kecerdasan adalah tes spasial. Ini adalah tes dengan\nmenggunakan gambar, baik yang memiliki irama ataupun tidak. Secara umum, tujuan\ndari tes ini adalah menggali bagaimana kemampuan seseorang untuk melihat serta\nmemanipulasi potongan figur di dalam ruang.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam tes ini,\nbiasanya, variasi soal yang disajikan adalah kerangka bangun ruang, perputaran,\npencerminan dan lainnya. Terkadang, soal ini cukup rumit dengan aneka bangun\nruang yang unik dan tidak familiar. Oleh karena itu, mempelajari contoh soal\nPsikotest tentang tes spasial bisa dijadikan persiapan yang tepat untuk\ndilakukan agar tes ini berjalan dengan lancar.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">6. Tes Angka Berkolom<\/h4>\n\n\n\n<p>Tes angka\nberkolom adalah bagian lain dari tes kecerdasan. Tes ini menggunakan kolom dan\nangka sebagai materi dasar. Apa yang ingin dituju dari tes ini adalah menguji\nketelitian, kecepatan menyelesaikan soal serta konsistensi dalam hal kekuatan\ndan ketahanan dalam menyelesaikan soal.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari pengertian\ndi atas bisa disimpulkan bahwa jumlah soal pada tes ini adalah sangat banyak.\nSecara umum, tingkat kesulitan tes ini tidak terlalu tinggi. Hanya saja,\ndikarenakan soalnya yang banyak dan waktu yang terbatas membuat tes angka\nberkolom menjadi lebih susah untuk dikerjakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena\nitu, Anda sebaiknya mempelajari contoh soal Psikotest untuk tes angka berkolom\nini. Dengan mempelajari contoh soal tersebut, maka Anda akan lebih familiar dan\nmemahami variasi yang ditampilkan dalam tes tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tes Kepribadian<\/h2>\n\n\n\n<p>Bagian lain\ndari psikotes adalah tes kepribadian. Tes ini termasuk yang sangat penting\nuntuk dilakukan. Sesuai namanya, tujuan umum dari tes ini adalah untuk\nmengetahui kepribadian dari pendaftar atau calon karyawan. Dalam praktiknya,\nada beberapa jenis dari tes kepribadian yang disajikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun jenis\ntes tersebut adalah sebagai berikut: <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Tes Questioner <\/h3>\n\n\n\n<p>Tes questioner\nadalah salah satu jenis tes kepribadian dalam psikotes. Arti dari tes ini\nadalah menjawab pertanyaan. Dalam tes yang disajikan maka akan ada dua model\ntes questioner, yakni pernyataan yang sesuai dengan keadaan diri kita dan\nmemberinya tanda (+) dan bila tidak sesuai makam diberi tanda (-).<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu,\njenis tes ini adalah menjawab YA untuk pernyataan yang kita setujui dan\nmenjawab TIDAK untuk pernyataan yang berbeda. Salah satu kunci dari cara\npengerjaan tes ini adalah menjawab dengan jujur.<\/p>\n\n\n\n<p>Kejujuran\nmenjadi hal penting karena akan menunjukkan bagaimana karakter dan kepribadian\nsi pelamar atau calon karyawan. Meskipun terkesan mudah, namun mempelajari\ncontoh soal Psikotest untuk tes ini tetap akan membantu. Hal tersebut akan\nmembuat Anda lebih familiar dengan ragam soal yang akan diujikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Wartegg Tes<\/h3>\n\n\n\n<p>Nama tes ini\nmemang cukup unik. Nah, dalam psikotes, tes ini adalah tes untuk melanjutkan 8\ngambar. Soal yang disajikan akan terdiri dari 8 kotak segi empat. Setiap segi\nempat tersebut berisi suatu tanda tertentu yang tidak memiliki sebuah arti khusus.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, dalam hal\nini, peserta tes akan disuruh untuk melengkapi tanda kecil tersebut sehingga\nakan membentuk sebuah gambar yang baru dan memiliki arti yang baru pula. Tentu,\ndalam tes ini, peserta tes boleh menggambar apapun mengikuti pola yang disajikan\ndalam soal. <\/p>\n\n\n\n<p>Setelah itu,\npara peserta harus melengkapi soal dengan memberikan judul gambar. Meskipun\nterlihat mudah, soal ini cukup tricky atau menjebak. Oleh karena itu, untuk\nmengetahui lebih lanjut mengenai tes ini, maka mempelajari contoh soal Psikotest\nbisa menjadi solusi yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Gambar Orang, Pohon dan Rumah<\/h3>\n\n\n\n<p>Tes kepribadian\nlain yang dijadikan materi uji psikotes adalah menggambar orang, pohon dan\nrumah. Ini adalah salah satu bagian dari psikotes yang akan membantu perusahaan\nmengenali kepribadian dari para pelamar atau calon karyawan yang mengikuti tes.\nSeperti namanya, tes ini terdiri dari tiga bagian yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun\npenjelasan singkat mengenai macam-macam bagian dari tes ini adalah sebagai\nberikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Tes Menggambar Orang<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Salah satu\nbagian dari jenis psikotes ini untuk mengetahui kepribadian adalah tes\nmenggambar orang. Tes ini digunakan untuk mengukur kestabilan emosi, tanggung\njawab dan kepercayaan diri para peserta tes. Letak, ukuran dan kekuatan garis\ndari semua bagian tubuh harus menunjukkan pola yang proporsional.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu,\nbentuk orang yang digambar harus menampakkan bagian tubuh secara lengkap.\nBagian tubuh yang dimaksud adalah kedua tangan dan kaki, mengenakan pakaian,\ntampak hidung, telinga, mulut dan bagian tubuh lainnya. Untuk wajah, gambar\nharus tampak semangat.<\/p>\n\n\n\n<p>Memang, secara\numum, tes ini tidak memerlukan persiapan khusus. Namun, untuk mengetahui\nstandard penilaian dari tes ini, maka contoh soal Psikotest adalah hal yang\ndiperlukan.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Tes Menggambar Pohon<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Tes menggambar\npohon adalah variasi kedua yang disajikan untuk menu tes ini. Nah, gambar pohon\nini digunakan untuk menilai ego, kepekaan, sikap dan juga adaptasi dari peserta\ntes. Tes menggambar pohon yang dibuat adalah pohon yang berkayu dan tidak boleh\nmenggambar jenis bambu, pisang, kelapa, cemara, rumput dan kapuk.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada beberapa\nhal yang akan menjadi objek penilaian dari tes ini. Bentuk pohon, kekuatan\ngaris, detail pohon \u2013batang, daun, ranting, akar, bunga dan buah, adanya\ncoretan atau tidak dan lainnya akan berpengaruh pada penilaian.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu,\nbentuk pohon yang tegak lurus atau lainnya juga menjadi bahan penilaian. Oleh\nkarena itu, cobalah melihat contoh soal Psikotest untuk tes ini guna\nmendapatkan informasi tambahan yang bisa saja bernilai untuk membantu Anda\ndalam mengerjakannya.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Tes Menggambar Rumah<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Tes menggambar\nrumah adalah bagian lain dari tes kepribadian yang dilakukan dalam\npenyelenggaraan psikotes. Tes ini bertujuan untuk membaca kekurangan serta\nketidakberesan jiwa pada peserta tes.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam hal ini,\nada beberapa hal yang menjadi unsur penilaian dalam upaya menggambar rumah\ntersebut. Beberapa aspek yang dijadikan penilaian dalam bagian dari psikotes\nini adalah ukuran rumah, kualitas rumah dan juga kelengkapan rumah.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena\nitu, menggambar rumah dengan bagian yang lengkap cenderung lebih penting\ndaripada menggambar rumah yang bagus. Selain itu, bentuk rumah harus\nproporsional dan garis harus tegas. Oleh karena itu, lihatlah contoh soal\nPsikotest terkait tes menggambar rumah untuk mengetahui informasi yang lebih\nlengkap terkait tes ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tips Menghadapi Psikotes<\/h2>\n\n\n\n<p>Sebagaimana dijelaskan di\nawal bahwa psikotes adalah bagian penting dari seleksi masuk dalam perusahaan.\nOleh karena itu, Anda harus mempersiapkan tes ini dengan baik. Untuk\nmendapatkan kesuksesan dalam mengerjakan tes, ada beberapa tips Psikotest yang\nharus diperhatikan pada saat mengerjakan soal demi soal.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun tips dalam\nmengerjakan soal psikotes tersebut adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Perhatikan dan dengarkan dengan saksama instruksi\nyang diberikan. <\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Ini adalah\nsalah satu tips yang paling penting. Hal ini beralasan karena instruksi akan\nberpengaruh terhadap bagaimana pola pengerjaan tes. Seringkali peserta tes\nmenganggap remeh hal ini sehingga akhirnya ia gagal<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Lewatkan soal yang dianggap sulit. <\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Telah\ndijelaskan sebelumnya bahwa psikotes memberikan waktu pengerjaan yang cukup\nterbatas dengan jumlah soal yang cukup banyak. Oleh karena itu, efisiensi waktu\nmenjadi salah satu hal yang harus diperhatikan. Untuk mengerjakan dengan lebih\nefektif, maka kerjakan soal yang mudah dan tinggalkan soal yang dianggap sulit.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Baca soal dengan teliti<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Kebanyakan soal\npsikotes memang cenderung menjebak. Oleh karena itu, dalam pengerjaan, Anda\nharus membaca soal dengan teliti. Selain itu, jangan malas untuk melakukan\nkoreksi dari soal yang sudah dikerjakan. Hal ini penting agar tidak terjadi\nkesalahan elementer yang sangat merugikan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Soal Psikotes dan\nJawabannya<\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk membantu Anda\nmempersiapkan diri guna menghadapi psikotes, ada beberapa contoh soal Psikotest\nyang bisa Anda pelajari di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<p><em>1.1 Contoh soal psikotes sinonim (persamaan kata)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>#1 BAKU = \u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li><em>Perkiraan<\/em><\/li><li><em>Standar<\/em><\/li><li><em>Umum<\/em><\/li><li><em>Normal<\/em><\/li><li><em>Asli<\/em><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p><em>Jawaban : 2. Standar<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Pembahasan : Arti baku adalah standar, tolak ukur. <\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>#2 INSOMNIA = \u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li><em>Tidur <\/em><\/li><li><em>Cemas <\/em><\/li><li><em>Sedih<\/em><\/li><li><em>Tidak bisa tidur<\/em><\/li><li><em>Kenyataan<\/em><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p><em>Jawaban : 4. Tidak bisa tidur<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Pembahasan : Arti kata insomnia adalah tidak bisa tidur<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>1.2 Contoh soal psikotes antonim (lawan kata)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>#1 BONGSOR = \u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li><em>Menumpuk<\/em><\/li><li><em>Tertua<\/em><\/li><li><em>Kerdil<\/em><\/li><li><em>Macet <\/em><\/li><li><em>Susut<\/em><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p><em>Jawaban : 3. Kerdil<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Pembahasan : Arti kata bongsor adalah tinggi besar. Lawan\nkata dari tinggi besar adalah kerdil.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>#2 SEKULER = \u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li><em>Ilmiah <\/em><\/li><li><em>Duniawi<\/em><\/li><li><em>Rohaniah<\/em><\/li><li><em>Keagamaan <\/em><\/li><li><em>Tradisional<\/em><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p><em>Jawaban : 4. Keagamaan<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Pembahasan : Arti kata sekuler adalah terpisah dari agama.\nLawan katanya adalah keagamaan.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>1.3 Contoh soal psikotes analogi verbal (kolerasi makna)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>#1 Mobil \u2013 Bensin = Pelari \u2013 \u2026. <\/em><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li><em>Makanan<\/em><\/li><li><em>Sepatu <\/em><\/li><li><em>Kaos<\/em><\/li><li><em>Lintasan<\/em><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p><em>Jawaban : 1. Makanan<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Pembahasan : Mobil berjalan menggunakan sumber energi bensin.\nSedangkan pelari (manusia) menggunakan sumber energi makanan.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>#2 Kepala \u2013 Pusing = Perut \u2013 \u2026. <\/em><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li><em>Batuk <\/em><\/li><li><em>Pilek <\/em><\/li><li><em>Mules<\/em><\/li><li><em>Gemuk<\/em><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p><em>Jawaban : 3. Mules<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Pembahasan : Salah satu penyakit yang menimpa kepala adalah\npusing. Sedangkan salah satu penyakit yang menimpa perut adalah mules.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>1.4 Contoh soal psikotes kemampuan penalaran<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>#1 Semua jenis burung bisa terbang. Semua ayam memiliki\nsayap.<\/em><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li><em>Semua burung memiliki sayap<\/em><\/li><li><em>Semua ayam bisa terbang<\/em><\/li><li><em>Sementara ayam bisa terbang<\/em><\/li><li><em>Semua ayam termasuk jenis burung<\/em><\/li><li><em>Semua ayam bukan termasuk jenis burung<\/em><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p><em>Jawaban : 5. Semua ayam bukan termasuk jenis burung<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>#2 Semua manusia tidak bersayap. Semua kuda makan rumput.<\/em><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li><em>Kuda tidak bersayap<\/em><\/li><li><em>Manusia tidak makan rumput<\/em><\/li><li><em>Manusia dan kuda tidak bersayap dan tidak makan rumput<\/em><\/li><li><em>Manusia tidak makan kuda<\/em><\/li><li><em>Tidak bisa ditarik kesimpulan<\/em><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p><em>Jawaban : 5. Tidak bisa ditarik kesimpulan<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>2. Tes Logika Aritmatika (Deret Angka)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Contoh soal psikotes logika aritmatika (deret angka)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>#1 24 20 16 12 = \u2026 <\/em><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li><em>10<\/em><\/li><li><em>6<\/em><\/li><li><em>8<\/em><\/li><li><em>4<\/em><\/li><li><em>2<\/em><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p><em>Jawaban : 3. 8<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Pembahasan : Setiap angka dikurang 4, maka jawaban yang benar\nadalah 12-4 = 8.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>#2 3 6 10 20 24 = \u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li><em>48<\/em><\/li><li><em>28<\/em><\/li><li><em>30<\/em><\/li><li><em>12<\/em><\/li><li><em>32<\/em><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p><em>Jawaban : 1. 48<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Pembahasan : 3 (3\u00d72=6); 6 (6+4=10); 10 (10\u00d72=20); 20\n(20+4=24). Terlihat polanya adalah n1x2 dan n2+4. Jadi, jawaban setelah 24\nadalah 24\u00d72=48.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>3. Tes Logika Matematika [Contoh Soal Psikotes Matematika]<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Contoh soal psikotes logika matematika<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>#1 Aji adalah kakak Habib, 4 tahun lebih tua. Bintan adalah\nkakak Aji dan berbeda 3 tahun. Berapakah usia Bintan, jika saat ini Habib baru\nsaja merayakan ulang tahun yang ke-21?<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Jawaban : Usia Bintan adalah 28 tahun.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Pembahasan : <\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Habib = 21 tahun<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Aji = 4 + Habib maka Aji = 4 + 21 = 25 tahun<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Bintan = 3 + Aji maka Bintan = 3 + 25 = 28 tahun<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>#2 Perhatikan sederet bilangan berikut. 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10,\n11, 12, 13, dan 14. Dari bilangan di atas, yang tidak dapat dibagi 4 adalah,\nkecuali \u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Jawaban : 4, 8, 12<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Pembahasan : Yang tidak dapat dibagi 4 adalah 5, 6, 7, 9, 10,\n11, 13, 14.<\/em> <\/p>\n\n\n\n<p>Tentu, masih banyak contoh\nsoal Psikotest yang bisa Anda pelajari. Demikian beberapa pembahasan terkait\npsikotes tersebut. Semoga bermanfaat. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam proses perekrutan karyawan baru di sebuah perusahaan, psikotes termasuk salah satu tahapan seleksi yang sangat penting untuk menyaring para pendaftar sebuah perusahaan tersebut. Tes ini biasanya termasuk momok yang menakutkan bagi para peserta tes. Selain soalnya yang terkadang rumit dan ragam serta jumlahnya banyak, waktu menjawabnya pun sangat terbatas. Hal inilah yang membuat para [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10534,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,64,14],"tags":[78,79,80],"class_list":{"0":"post-12507","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-blog","8":"category-materi","9":"category-tips","10":"tag-contoh-psikotest","11":"tag-psikotest","12":"tag-tips-psikotest"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12507","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12507"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12507\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10534"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12507"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12507"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12507"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}