{"id":12525,"date":"2019-11-11T06:07:28","date_gmt":"2019-11-10T23:07:28","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiacollege.co.id\/?p=12525"},"modified":"2019-11-11T06:07:28","modified_gmt":"2019-11-10T23:07:28","slug":"pengertian-perkembangan-dan-ragam-penemu-teori-atom","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/pengertian-perkembangan-dan-ragam-penemu-teori-atom\/","title":{"rendered":"Pengertian, Perkembangan dan Ragam Penemu Teori Atom"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam ilmu fisika dan kimia, Teori\nAtom merupakan salah satu teori yang digunakan untuk mengenali sifat dari\nsebuah benda. Teori ini menyatakan bahwa seluruh benda yang ada di dunia ini\nterbentuk dari adanya atom-atom yang saling menyatu. Tentu, teori ini bisa\nditerapkan untuk berbagai jenis benda, termasuk benda padat, benda cair dan\nbenda gas.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut pengertiannya, atom sendiri\nberasal dari kata dalam bahasa Yunani yang memiliki arti tidak bisa dibagi.\nSecara tidak langsung, arti dari kata atom ini merupakan sesuatu yang sangat\nkecil di mana tidak dimungkinkan untuk memisahkan atau membaginya lagi menjadi\nbeberapa bagian. <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Asal Usul Teori Atom<\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam catatan sejarah, Teori Atom\ntermasuk salah satu teori tertua yang muncul dan ditemukan di dunia. Teori ini kemudian\ndikembangkan menjadi lebih kompleks dan menjadi salah satu dasar pengetahuan\nyang cukup penting, terutama dalam sains. Menurut sejarah yang tercatat, penemu\nTeori Atom adalah seorang yang berasal dari Yunani, yakni Democritus.<\/p>\n\n\n\n<p>Democritus merupakan tokoh ulung\nterkait Teori Atom. Ia merupakan seseorang yang pertama kali menemukan teori\nini pada awal abad ke-5 sebelum masehi. Dalam hal ini, Democritus mengemukakan\nbahwa benda-benda yang ada bisa dibagi menjadi beberapa atau banyak bagian yang\nsangat kecil.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagian-bagian benda tersebut akhirnya\ntidak akan bisa dibagi lagi. Bagian inilah yang kemudian oleh Democritus\ndisebut sebagai atom. Menurutnya, atom sepenuhnya padat, tidak terdapat\nstruktur internal serta ada ruang kosong antar atom guna memberikan ruang untuk\npergerakannya. Ia mencontohkan dengan pergerakan dalam air dan udara.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, dalam penjelasan mengenai\nTeori Atom yang ia temukan, Democritus mengatakan bahwa ada perbedaan sifat\ndari material yang berbeda, atom memiliki perbedaan dan dibedakan dalam\nbeberapa bentuk, massa serta ukurannya. Berdasarkan pada model atom yang ia\nbuat, Democritus mampu menjelaskan jika memang atom-lah yang menyusun\nbenda-benda.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemunculan teori ini menjadi salah\nsatu tonggak pengetahuan yang penting dan memberikan perbedaan yang cukup\nsignifikan. Dalam perkembangannya, Teori Atom ini kemudian dinamakan Teori Atom\nDemocritus sesuai dengan nama penemunya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Struktur Atom<\/h2>\n\n\n\n<p>Perbincangan mengenai Teori Atom\ntidak bisa dilepaskan dari pembahasan mengenai struktur atom. Dalam\npembahasannya, struktur atom merupakan satuan dasar materi di mana terdiri dari\ninti atom beserta awan elektron yang bermuatan negatif serta mengelilinginya.\nInti dari atom tersebut memiliki kandungan campuran.<\/p>\n\n\n\n<p>Campuran yang terdapat dalam inti\ndari atom adalah kandungan proton yang bermuatan positif dan juga neutron yang\nbermuatan netral. Elektron yang mengelilingi inti atom tersebut terikat\ndikarenakan dengan adanya gaya elektromagnetik. Tidak hanya itu, sekumpulan\natom juga akan terikat dengan gaya yang sama dengan atom lain hingga nantinya\nakan membentuk molekul.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, dalam pembahasan\nmengenai Teori Atom, gaya elektromagnetik merupakan hal yang penting untuk\ndibahas dan memiliki pengaruh yang sangat besar. Struktur atom ini juga\nmengalami perkembangan dari waktu ke waktu hingga dibahas lebih detail. <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perkembangan Teori Atom<\/h2>\n\n\n\n<p>Seiring waktu berjalan, Teori Atom\njuga mengalami beberapa perkembangan yang cukup signifikan. Hal ini dikarenakan\nteori yang lama akan menyempurnakan teori sebelumnya. Salah satu fakta yang\ntercatat dalam penemuan teori ini oleh Democritus adalah ia kurang memiliki\nbukti eksperimental sehingga teorinya dianggap kurang sempurna.<\/p>\n\n\n\n<p>Akhirnya, pada medio tahun 1800 mulai\nditemukan beberapa penemuan baru terkait Teori Atom yang kehadirannya\nmemberikan pengertian dan pemahaman yang luas mengenai apa itu atom. Pada\nmasanya, terdapat beberapa perkembangan terkait teori ini yang datang dari\nbeberapa tokoh yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun tokoh-tokoh yang berperan\npenting mengenai muncul dan berkembangnya Teori Atom hingga saat ini adalah\nsebagai berikut:&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Teori Atom Dalton<\/h3>\n\n\n\n<p>Perkembangan mengenai\nTeori Atom diawali oleh John Dalton. Ia mengemukakan pendapat awalnya mengenai\natom pada tahun 1803. Dalam hal ini, teori yang dikemukakan oleh Dalton\ndidasarkan pada dua hukum, yaitu hukum kekekalan massa atau hukum Lavoisier dan\nhukum susunan tetap atau hukum Proust.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam penjelasannya,\nLavoisier mengatakan bahwa massa total dari zat-zat sebelum reaksi akan selalu\nsama dengan massa total dari zat-zat yang dihasilkan dari reaksi. Sedangkan\nProust mengatakan bahwa perbandingan massa pada unsur-unsur dalam suatu senyawa\nsenantiasa akan selalu tetap.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari kedua hukum tersebut,\nJohn Dalton mengemukakan pendapatnya terkait Teori Atom sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Atom merupakan bagian terkecil dari sebuah materi\ndan karena ukurannya yang paling kecil sehingga tidak bisa lagi dibagi menjadi\nbagian lain.<\/li><li>Atom digambarkan dengan bola pejal yang sangat\nkecil dengan kesimpulan bahwa suatu unsur memiliki atom-atom yang identik dan\nberbeda untuk unsur yang berbeda pula.<\/li><li>Atom-atom bergabung untuk membentuk sebuah\nsenyawa dengan perbandingan bilangan bulat serta sederhana. Dalam hal ini\ndimisalkan air yang terdiri dari atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen.<\/li><li>Reaksi kimia merupakan pemisahan dan juga\npenggabungan atau penyusunan kembali dari rangkai atom-atom sehingga atom tidak\nakan bisa diciptakan atau dimusnahkan.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Pendapat dari Dalton ini\nmenjadi awal dari perkembangan Teori Atom dalam dunia pengetahuan. Kemunculan\nteori Dalton ini juga memberikan beberapa kelebihan dalam pengetahuan yakni\nmulai membangkitkan minat terkait penelitian mengenai beragam jenis modal atom.<\/p>\n\n\n\n<p>Akan tetapi, Teori Atom\nyang dikemukakan oleh Dalton masih memiliki beberapa kelemahan. Adapun beberapa\nkelemahan dari teori Dalton adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Tidak dapat menjelaskan bagaimana cara atom tersebut saling berkaitan<\/li><li>Tidak dapat menjelaskan hubungan antara larutan senyawa dengan daya hantar sebuah arus listrik karena atom merupakan bagian terkecil unsur atau benda yang tidak bisa dibagi lagi<\/li><li>Tidak dapat menjelaskan sifat listrik materi<\/li><li>Tidak bisa menjelaskan perbedaan antara atom unsur yang satu dengan atom unsur lainnya.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Teori Atom Thomson<\/h3>\n\n\n\n<p>Tahapan perkembangan Teori\nAtom selanjutnya adalah teori yang dikemukakan oleh Thomson. Teori ini muncul\nsetelah teori Dalton. Dalam perkembangannya, Thomson melakukan perbaikan\nterkait kelemahan yang terdapat dalam teori yang dikemukakan oleh Dalton yang\nmerupakan penemu pertama teori modern yang membahas tentang atom.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam hal ini, perbaikan\nterkait Teori Atom yang dikemukakan oleh Dalton adalah dengan penemuan elektron\noleh Thomson pada tahun 1897. Dalam hal ini, elektron merupakan partikel yang\nbermuatan negatif. <\/p>\n\n\n\n<p>Penemuan yang dilakukan\noleh Thomson ini diperoleh melalui sebuah percobaan dengan menggunakan tabung\nsinar katode. Berdasarkan percobaan tersebut, Thomson menyimpulkan bahwa sinar\nkatode adalah sebuah partikel dikarenakan dapat memutar baling-baling yang\ndiletakkan diantara anode dan katode.<\/p>\n\n\n\n<p>Partikel tersebut\nmerupakan partikel penyusun atom yang bermuatan negatif. Nah, inilah yang\nnantinya dalam Teori Atom versi Thomson disebut dengan elektron.<\/p>\n\n\n\n<p>Isi dari Teori Atom yang\ndikemukakan oleh Thomson adalah atom merupakan sebuah bola pejal yang memiliki\nmuatan positif. Selain itu, di dalamnya tersebar elektron yang memiliki muatan\nnegatif. Teori yang dikemukakan oleh Thomson ini juga disebut dengan teori roti\nkismis. Hal ini dikarenakan kismis mewakili atom positif yang melekat pada roti\nsebagai elektron negatif.<\/p>\n\n\n\n<p>Rincian Teori Atom yang\ndikemukakan oleh Thomson memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan teori Dalton.\nBeberapa kelebihan dari teori ini adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Detail Teori Atom dari Thomson\nmembuktikan bahwa atom bukan merupakan bagian terkecil dari suatu unsur. Hal\nini dikarenakan Thomson menemukan adanya partikel lain yang bermuatan negatif\ndan terdapat pada atom.<\/li><li>Membuktikan bahwa atom bersifat netral yang\ntersusun dari partikel-partikel yang memiliki muatan positif dan negatif.<\/li><li>Membuktikan bahwa adanya elektron dalam semua\nunsur benda.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Namun, Teori Atom yang\ndikemukakan oleh Thomson tersebut masih memiliki beberapa kekurangan. Adapun\nkekurangan dari teori ini adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Tidak dapat menjelaskan tentang susunan muatan positif dan jumlah elektron yang terdapat dalam bola<\/li><li>Tidak dapat menjelaskan tentang inti dari atom.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Teori Atom Rutherford<\/h3>\n\n\n\n<p>Perkembangan selanjutnya\nterkait Teori Atom adalah teori yang dikemukakan oleh Rutherford. Teori ini\ndidasarkan pada eksperimen dengan melakukan penembakan partikel alfa terhadap\nlempeng emas. Eksperimen tersebut kemudian dikenal dengan eksperimen\nGeiger-Marsden.<\/p>\n\n\n\n<p>Nama dari eksperimen\ntersebut merupakan murid dari Rutherford. Pada waktu itu, ia bersama kedua\nmuridnya tersebut melakukan percobaan dengan menembakkan partikel atau sinar\nalfa terhadap lempeng tipis emas. Partikel alfa sendiri merupakan partikel yang\nmemiliki muatan positif, bergerak lurus serta memiliki daya tembus yang besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari percobaan yang\ndilakukan tersebut, sinar alfa ada yang dibelokkan, dipantulkan dan diteruskan.\nPercobaan yang dilakukan tersebut sebenarnya ditujukan untuk membuktikan\nkebenaran Teori Atom Thomson di mana atom merupakan sebuah bola pejal yang\nbermuatan positif dan jika dikenai partikel alfa akan dipantulkan atau\ndibelokkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasil yang didapatkan dari\npercobaan tersebut kemudian dikembangkan menjadi sebuah hipotesis Teori Atom\nRutherford yang menyatakan beberapa hal, diantaranya adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Elektron yang memiliki muatan negatif bergerak\nmengelilingi inti atom yang bermuatan positif dengan kecepatan yang sangat\ntinggi<\/li><li>Atom memiliki inti atom yang bermuatan positif\ndan menjadi pusat massa atom<\/li><li>Penyebaran partikel alfa tidak dipengaruhi oleh\nadanya awan elektron<\/li><li>Sebagian besar dari atom merupakan permukaan yang\nkosong atau hampa<\/li><li>Sebagian kecil dari partikel alfa yang lewat akan\ndibelokkan dan sedikit sekali yang dipantulkan sedangkan sebagian besar lainnya\ntidak mengalami hambatan.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Pada tahun 1922,\nberdasarkan eksperimen yang dilakukan sebelumnya, Rutherford menyangkal Teori\nAtom yang dikemukakan oleh Thomson. Ia mengatakan bahwa atom memiliki inti yang\nmerupakan pusat massa dan diberi nama nukleus yang dikelilingi oleh awan\nelektron yang bermuatan negatif.<\/p>\n\n\n\n<p>Pernyataan ini kemudian\ndinamakan dengan Teori Atom Rutherford. Dalam perkembangannya, teori ini\nmemiliki beberapa kelebihan, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Dapat menggambarkan serta menjelaskan bentuk\nlintasan elektron yang mengelilingi inti dari atom sehingga mudah dipahami<\/li><li>Dapat memberikan kesimpulan bahwa atom tersusun\ndari inti serta elektron yang mengelilingi di mana satu sama lain terpisah oleh\nruang hampa<\/li><li>Dapat menjelaskan pergerakan elektron di sekitar\natom.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Akan tetapi, Teori Atom\nyang dikemukakan oleh Rutherford tersebut masih memiliki beberapa kekurangan.\nBeberapa diantaranya adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Tidak mampu menjelaskan kenapa elektron tidak pernah jatuh ke dalam inti atom sesuai dengan teori fisika klasik<\/li><li>Tidak mampu menjelaskan terkait spektrum garis pada atom hidrogen<\/li><li>Tidak mampu menjelaskan letak dari elektron dan cara rotasinya terkait inti atom<\/li><li>Elektron yang bergerak akan memancarkan energi sehingga secara keseluruhan energi atom tidak stabil.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Teori Atom Bohr<\/h3>\n\n\n\n<p>Sekitar tahun 1913,\nseorang pakar fisika dari Denmark, yaitu Bohr melakukan eksperimen yang\nkemudian dikenal dengan nama spektrum atom hidrogen. Eksperimen yang dilakukan\ntersebut bertujuan untuk menyempurnakan capaian dalam Teori Atom Rutherford\nyang sudah muncul sebelumnya. Eksperimen ini berhasil menggambarkan keadaan\nelektron.<\/p>\n\n\n\n<p>Penjelasan yang diberikan\noleh Bohr mengenai atom hidrogen adalah gabungan dari teori klasik yang berasal\ndari Teori Atom Rutherford dan teori kuantum yang dijelaskan oleh Planck.\nAdapun hipotesis dari Bohr terkait hasil eksperimen yang dilakukan adalah\nsebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Elektron dapat berpindah dari orbit satu ke orbit\nyang lain dengan dasar tingkatan energi. Elektron akan berpindah menuju ke\norbit yang memiliki energi lebih tinggi jika elektron menyerap energi yang\nmemiliki besaran sama dengan perbedaan energi antara dua orbit yang\nbersangkutan.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Sebaliknya,\nelektron yang berpindah ke orbit yang memiliki energi lebih rendah akan\nmemancarkan radiasi yang teramati sebagai spektrum garis yang besarnya sama\ndengan perbedaan energi antara kedua orbit yang bersangkutan.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Elektron akan berada dalam keadaan stationer dan\ntidak memancarkan energi selama dalam orbitnya.<\/li><li>Jika elektron berpindah dan menempati orbit yang\nlebih tinggi, maka atom dalam molekul berada dalam tingkat tereksitasi.<\/li><li>Jika elektron berpindah dan menempati orbit yang\nlebih rendah, maka atom dan molekul berada dalam tingkat dasar.<\/li><li>Elektron mengelilingi inti atom dalam orbit\ntertentu yang berbentuk lingkaran dan disebut dengan kulit elektron di mana\ndinyatakan dalam bentuk notasi K, L, M, N dan seterusnya.<\/li><li>Energi yang dimiliki elektron pada masing-masing\norbit dapat mempengaruhi besar kecil lingkaran orbit.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Dalam hal ini, Teori Atom\nBohr digambarkan seperti sebuah tata surya mini. Berdasarkan teori ini, maka\nelektron mengelilingi atom pada lintasan tertentu yang dinamakan dengan kulit\nelektron. Teori yang dikemukakan oleh Bohr ini memiliki beberapa kelebihan,\nyaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Dapat menjelaskan tentang spektrum atom hidrogen\nsecara akurat<\/li><li>Dapat membuktikan adanya lintasan elektron untuk\natom hidrogen<\/li><li>Dapat memperbaiki kelemahan dari Teori Atom yang dikemukakan oleh Rutherford.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Akan tetapi, Teori Atom\nyang dikemukakan oleh Bohr masih memiliki beberapa kekurangan. Adapun beberapa\nkekurangan yang dimaksud adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Tidak banyak menjelaskan tentang spektrum warna dari atom yang memiliki banyak elektron atau yang lebih kompleks <\/li><li>Tidak dapat menjelaskan tentang adanya garis halus dalam spektrum hidrogen karena elektron dianggap sebagai partikel<\/li><li>Model atom Bohr memiliki nilai momentum sudut lintasan ground state yang salah<\/li><li>Tidak bisa mengetahui intensitas relatif dari garis spektrum<\/li><li>Tidak bisa menjelaskan atom selain atom hidrogen.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Teori Atom modern<\/h3>\n\n\n\n<p>Teori Atom berkembang lagi\npada tahun 1924. Dalam hal ini ada tokoh Perancis bernama Louis de Broglie yang\nmenyempurnakan kelemahan Teori Atom yang dikemukakan oleh Bohr. Ia menjelaskan\nbahwa elektron tidak hanya bersifat partikel, namun juga bisa bersifat\ngelombang. <\/p>\n\n\n\n<p>Pendapat ini kemudian\ndikembangkan lagi oleh Edwin dan Werner dan melahirkan Teori Atom modern. Teori\nini juga disebut dengan nama Teori Atom Mekanika Kuantum. Dasar dari teori ini\nadalah gerakan elektron dalam mengelilingi inti bersifat layaknya sebuah\ngelombang. Hingga saat ini, teori ini merupakan teori paling mutakhir terkait\natom.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikian beberapa penjelasan mengenai\nkemunculan dan perkembangan dari Teori Atom. Teori ini merupakan salah satu\nyang paling penting dalam hal pemahaman mengenai benda-benda terkait ilmu\nfisika dan kimia. Semoga bermanfaat. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam ilmu fisika dan kimia, Teori Atom merupakan salah satu teori yang digunakan untuk mengenali sifat dari sebuah benda. Teori ini menyatakan bahwa seluruh benda yang ada di dunia ini terbentuk dari adanya atom-atom yang saling menyatu. Tentu, teori ini bisa diterapkan untuk berbagai jenis benda, termasuk benda padat, benda cair dan benda gas. Menurut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,64],"tags":[95,96],"class_list":{"0":"post-12525","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","6":"category-blog","7":"category-materi","8":"tag-perkembangan-teori-atom","9":"tag-teori-atom"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12525","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12525"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12525\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12525"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12525"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12525"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}