{"id":13304,"date":"2020-02-27T03:04:35","date_gmt":"2020-02-26T20:04:35","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiacollege.co.id\/?p=13304"},"modified":"2020-02-27T03:04:35","modified_gmt":"2020-02-26T20:04:35","slug":"mengenal-sejarah-dan-prodi-sekolah-tinggi-pertanahan-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/mengenal-sejarah-dan-prodi-sekolah-tinggi-pertanahan-nasional\/","title":{"rendered":"Mengenal Sejarah Dan Prodi Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional"},"content":{"rendered":"\n<p>Halo teman \u2013 teman IC , pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai\nSejarah Dan Prodi Sekolah Tinggi Pertahanan Nasional (STPN). STPN merupakan\nperguruan tinggi kedinasan yang telah cukup lama hadir dan sudah meluluskan\nbanyak ribuan mahasiswa yang sekarang sudah tersebar di seluruh wilayah\nindonesia. Keberadaan STPN yang mempunyai sejarah panjang sebagai salah perguruan\ntinggi dar tahun 1963 dengan menggunakan nama Akademi Agraria, yang pada saat itu\ndapat digolongkan sebagai salah satu perguruan tinggi kedinasan tertua yang ada\ndi indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat lahirnya Akademia Agraria pada tahun 1963 yang merupakan awal STPN\ntidak dapat di pisahkan dari lahirnya Undang \u2013 Undang Pokok Agraria atau biasa\ndi sebut dengan (UUPA) yang pada tahun 1960 sudah membawa sebuah perubahan\nbesar dalam sebuah hukum pertahanan yang berlaku di Negara Indonesia. UUPA membawa\n5 misi besar reformasi yaitu :<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Perombakan\nHukum Agraria<\/li><li>Melaksanakan\nLandreform<\/li><li>Penataan\nPenggunaan Tanah<\/li><li>Likuidasi\nhak \u2013 hak asing dalam bidang Agraria<\/li><li>Penghapusan\nsisa \u2013 sia \u201cfeodal\u201d dalam bidang agraria<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Untuk mewujudkan sebuah agenda besar itu maka lahirlah salah satunya\nlembaga pendidikan yang sudah diharapkan mempercepat proses pelaksanaan 5 misis\nutama yang sudah dimanatkan oleh UUPA 1960. Secara khusus demi melaksanakan PP\n224 tahun 1961 yang membahas tentang Landreform, pemerintah dengan segera\nmungkin melahirkan serangkaian kebijakan. Salah satu kebijakan di antaranya\nadalh di bentuknya pengadilan landreform, panitia melaksanakan landreform,\npendanaan landreform dan juga pendataan untuk menetapkan sebuah subyek dan obyek\nlandreform. Di dalam hal terakhir inilah di perlukanya tenaga \u2013 tenaga spesifik\ndan handal yang bersama \u2013 sama panitia landreform memahami siapa yang akan\nlayak di tetapkan sebagai subyek landreform dan tanah manakah yang pantas di masukan\nsebagai obyeknya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam penentuan itu panitia Landreform hingga melakukan tugas mengukur dan\nmendaftar legalitasnya. Sayangnya di indonesia belum mempunyai seseorang dengan\nkeahlian tersebut, pada saat itu hanya ada pencatat akta tanah di bawah badan\nmentri kehakiman yang mempunyai sistem kenotariatan belanda. Memang pada saat\nitu bentuk peraturan mengenai pertahanan termasuk peraturan pemerintah yang\nmasih di keluarkan oleh Presiden dan juga menteri Mudah kehakiman, kebijakan\ntersebut di tempuh karena Indonesia masih dalam keadaan yang darurat. Dengan lahirnya\nUUPA lah yang sekaligus membeirkan peran vital Departemen Agraria di bawah naungan\nMenteri Kompartemen Agraria yang pada saat itu di pimpin oleh Mr.sadjarwo,\nmembawahi departemen kehutanan, perkebunan dan pertanian.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengisi sebuah keperluan di atas maka tepatnya pada tahun 1963 didirakanya\nAkademi Agraria di Yogyakarta dengan Jurusan Agraria, saat itu juga menyusul di\nbukanya Jurusan Pendaftaran Tanah di Semarang pada tahun 1964. Mahasiswa Akademi\nakan diberikan pemahaman baik mengenai&nbsp;\naspek keagrariaan ataupun aspek teknis pengukuran dan juga pendaftaran\ntanah. Sejak awal lembaga pendidikan di dirikan, tidak pernah memisahkan ekdua\naspek tersebut, apalagi menetapkan suatu presentase pengetahuan di antara yang\naspek teoritis dan juga praktis.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada dasarnya sejarah , Akademi Agraria merupakan sejarah atas lima misi\nyang telah admin jelaskan di atas dan bukan hanya merupakan sejarah sertifikasi\ntanah sebagai mana yang umum di pahami. Bukan hanya sertifikat itu sendirilah\nyang menjadi tugas utamanya, itu hanyalah merupakan konsekuensi dari agenda\nlandreform. Dengan demikan maka mahasiswa agraria harus mempunyai pemahaman\nuntuk masalah \u2013 masalah agraria serta di tantang memikirkan kebijakan macam pa\nyang tepat untuk mencari sebuah jalan keluar atas masalah yang dialami. <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengenal Prodi Yang Ada Di Sekolah\nTinggi Pertahanan Nasional<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Program Diploma IV Pertahanan<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Program Diploma IV Pertahanan merupakan satu \u2013 satunya program pendidikan\nkedinasan yang di selenggarakan oleh Badan Pertahanan Nasional RI. Mahasiswa\nDiploma IV merupakan PNS utusan yang berasalh dari kantor \u2013 kantor pertahanan\nataupun instansi pertahanan pemerintah yang berasal dari daerah dengan statu\nmasih mahasiswa tugas belajar. Program pendidikan Diploma IV pertahanan terdiri\ndari 2 jurusan, berikut ini :<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Jurusan\nManajemen Pertahanan<\/li><li>Jurusan\nperpetaan<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Karena STPN merupakan lembaga pendidikan tinggi yang menghasilkan tenaga\nyang terampil dengan gelar sarjanan sains terapaan, maka porsi dari pendidikan\ndan pengajaran yang di laksanakan&nbsp; dengan\nproporsi 40% teori dan 60%praktik.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Program Diploma I Pengukuran Dan Pemetaa Kadastral (PPK)<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Pembangunan yang berada dalam bidang pertahanan yang didasarkan pada sebuah\nhukum tanah nasional yang telah di mulai dari di tetapkanya undang \u2013 udang pokok\nAgraria dengan (UU Nomor 5 Tahun 1960). Undang \u2013 Undang tersebut mewajibkan\npemerintah agar melaksanakan pendaftaran tanah yang dengan tujuan antara lain\nuntuk memberikan jaminan kepastian hukum hak atas tanah bagi pemilik tanah\nterhadap obyek hak berupa bidang tanah yang di miliki.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai perguruan tinggi pada bidang pertahanan, STPN mempunyai sebuah\nkomitemen untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia pada bidang pertahanan. Termasuk\ndi dalamnya pada bidang pengukuran dan pemetaan kadastral. Mengingat kebutuhan\ntenaga pada bidang tersebut semakin menignkat drasti baik untuk pendaftaran\ntanah&nbsp; dan yang lainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah sampai disii dulu artikel kali ini ya teman \u2013 teman IC, semoga artikel\nyang singkat ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi para pembaca. Jangan\nlupa baca artikel kami yang lainya mengenai Pengumuman <a href=\"https:\/\/www.indonesiacollege.co.id\/pengumuman-sipencetar-pktj-yang-paling-terbaru%ef%bb%bf\/\">Sipencetar\nPKTJ Yang Paling Terbaru<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo teman \u2013 teman IC , pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Sejarah Dan Prodi Sekolah Tinggi Pertahanan Nasional (STPN). STPN merupakan perguruan tinggi kedinasan yang telah cukup lama hadir dan sudah meluluskan banyak ribuan mahasiswa yang sekarang sudah tersebar di seluruh wilayah indonesia. Keberadaan STPN yang mempunyai sejarah panjang sebagai salah perguruan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":13305,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,3],"tags":[111],"class_list":{"0":"post-13304","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-blog","8":"category-kedinasan","9":"tag-stpn"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13304","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13304"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13304\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13305"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13304"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13304"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13304"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}