{"id":215173,"date":"2021-03-13T09:21:18","date_gmt":"2021-03-13T02:21:18","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiacollege.co.id\/?p=215173"},"modified":"2021-03-13T09:21:18","modified_gmt":"2021-03-13T02:21:18","slug":"apa-saja-tahapan-tes-kesehatan-sekolah-kedinasan-itu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/apa-saja-tahapan-tes-kesehatan-sekolah-kedinasan-itu\/","title":{"rendered":"Apa Saja Tahapan Tes Kesehatan Sekolah Kedinasan Itu?"},"content":{"rendered":"\n<p>Sekolah kedinasan masih\nmenjadi pilihan banyak orang untuk melanjutkan pendidikan. Faktor terbesar dari\nramainya pendaftar Perguruan Tinggi Kedinasan selain ilmu dan keterampilan yang\ndidapat, yaitu kesempatan untuk langsung bekerja selepas lulus. Hal ini mungkin\nterjadi mengingat PTK memang berada di bawah lembaga-lembaga pemerintah.<\/p>\n\n\n\n<p>Di Indonesia, jumlah sekolah\nkedinasan terbilang cukup banyak dan beragam. Ada PTK yang bernaung di bawah\nlembaga kemiliteran seperti AKMIL dan AKPOL. Selain itu, juga terdapat sekolah\nkedinasan yang lebih menonjol di bidang akademik atau keilmuan seperti STAN dan\nSTIS.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun PTK di Indonesia\nterdapat banyak macam jenisnya, terdapat satu hal yang sama di sekolah-sekolah\ntersebut yaitu proses seleksi yang ketat. Penerimaan peserta didik baru di PTK\nmelalui berbagai tahapan seperti administrasi, TKD, Tes Kesehatan, Samapta,\nbahkan Sidang Terbuka. Proses tersebut berbeda-beda mengikuti keputusan\nmasing-masing PTK.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu tahapan dalam seleksi seluruh sekolah kesehatan yaitu Tes Kesehatan. Terdapat beberapa hal dari peserta yang diperiksa dalam tes ini. <a href=\"https:\/\/www.indonesiacollege.co.id\/apa-saja-tahapan-tes-kesehatan-sekolah-kedinasan-itu\/\">Apa saja tahapan Tes Kesehatan sekolah kedinasan itu?<\/a> Simak informasinya di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tes Kesehatan Luar\/Fisik<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"750\" height=\"502\" src=\"https:\/\/www.indonesiacollege.co.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Tes-Kesehatan-Luar.jpg\" alt=\"Tes Kesehatan Sekolah Kedinasan\" class=\"wp-image-215175\" srcset=\"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Tes-Kesehatan-Luar.jpg 750w, https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Tes-Kesehatan-Luar-300x201.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pada tahapan ini, peserta\nseleksi sekolah kedinasan akan diperiksa fisik atau bagian luar tubuhnya.\nTerdapat beberapa hal yang diperiksa dalam tahapan ini seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Tinggi badan;<\/li><li>Berat badan;<\/li><li>Postur tubuh;<\/li><li>Mata (minus, silinder, buta warna, dll.);<\/li><li>Gigi;<\/li><li>Pendengaran atau THT;<\/li><li>Varises;<\/li><li>Tensi;<\/li><li>dan lain sebagainya.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tes Kesehatan Dalam<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"467\" src=\"https:\/\/www.indonesiacollege.co.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Tes-Kesehatan-Dalam.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-215176\" srcset=\"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Tes-Kesehatan-Dalam.jpg 700w, https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Tes-Kesehatan-Dalam-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Tes bagian dalam tubuh dapat\ndiartikan sebagai pemeriksaan kondisi kesehatan yang tidak terlihat mata. Pada\ntes ini, hasil yang diperoleh tidak bisa diketahui secara langsung karena\npemeriksaannya sendiri dilakukan di laboratorium. Beberapa hal yang diuji dalam\ntahapan ini yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Darah;<\/li><li>Urin;<\/li><li>Rontgen;<\/li><li>Detak jantung;<\/li><li>dan lain-lain.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p>Baca juga <a href=\"https:\/\/www.indonesiacollege.co.id\/pendaftaran-taruna-stin-jalur-syarat-sampai-tahapan-seleksi\/\">Pendaftaran Taruna STIN: Jalur, Syarat, Sampai Tahapan Seleksi.<\/a><\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Anamnesis<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" width=\"730\" height=\"487\" src=\"https:\/\/www.indonesiacollege.co.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Anamnesis.jpg\" alt=\"Kesehatan AKPOL\" class=\"wp-image-215177\" srcset=\"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Anamnesis.jpg 730w, https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Anamnesis-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 730px) 100vw, 730px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Anamnesis berarti menelusuri\nriwayat penyakit yang diderita oleh anggota keluarga. Pada tahapan ini, peserta\nseleksi akan diminta untuk mengisi <em>form<\/em> tentang hal tersebut. Biasanya,\nhal-hal yang ditanyakan berkisar pada penyakit turunan seperti hipertensi, diabetes,\nasma, dan lain-lain. Pemeriksaan riwayat keluarga ini dilakukan untuk melihat kemungkinan\nadanya penyakit sejenis yang diderita oleh pendaftar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Alasan Pengadaan Tes Kesehatan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"750\" src=\"https:\/\/www.indonesiacollege.co.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Alasan-Tes-Kesehatan.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-215178\" srcset=\"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Alasan-Tes-Kesehatan.jpg 1200w, https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Alasan-Tes-Kesehatan-300x188.jpg 300w, https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Alasan-Tes-Kesehatan-1024x640.jpg 1024w, https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Alasan-Tes-Kesehatan-768x480.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pemeriksaan fisik pada seleksi\nsekolah kedinasan merupakan hal yang mutlak. Hal ini tentunya dilakukan bukan\ntanpa alasan. Ada beberapa faktor yang menjadikan tes kesehatan itu hal yang\npenting dalam seleksi PTK, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Seleksi peserta berpenyakit serius<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Pemeriksaan yang dilakukan\noleh tim dari seleksi PTK akan mendeteksi beragam kondisi fisik dari peserta.\nSalah satunya yaitu penyakit serius yang diderita oleh pendaftar. Jika\nditemukan kondisi tubuh tertentu, maka hal tersebut akan berpengaruh terhadap\npenilaian yang diberikan. Besaran skornya sendiri tergantung pada seberapa\nparah kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Mengetahui gaya hidup pendaftar<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Tes fisik bagian dalam yang\ndilakukan dengan pemeriksaan laboratorium akan memudahkan panitia seleksi untuk\nmengetahui kondisi tubuh peserta. Pendaftar yang memiliki gaya hidup tidak sehat\nseperti suka minum alkohol, merokok, atau bahkan menggunakan obat-obatan\nterlarang akan ketahuan melalui serangkaian tes tersebut. <\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Memastikan peserta dapat mengikuti pendidikan<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Alasan terpenting dari ketatnya\ntes kesehatan dan fisik seleksi sekolah kedinasan yaitu untuk memastikan bahwa\npeserta yang lolos bisa mengikuti pendidikan dengan baik. Hal ini berlaku\nterutama untuk beberapa PTK yang memang melakukan pelatihan fisik yang berat\nseperti AKPOL. Apabila tes kesehatan tidak dilakukan dengan seksama, maka akan\nterdapat kemungkinan peserta didik tidak bisa melanjutkan pendidikan atau\nbahkan mengalami trauma fisik.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tips Lolos Tes Kesehatan\nSekolah Kedinasan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.indonesiacollege.co.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Tips-lolos-1620x1080.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-215179\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Meskipun tes kesehatan untuk\nPerguruan Tinggi Kedinasan terbilang ketat, ada beberapa hal yang bisa\ndilakukan supaya peserta dapat melewati proses ini dengan lancar. Tips-tips\nyang bisa diikuti yaitu sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Perhatikan persyaratan yang diajukan oleh PTK.\nMisalnya, tinggi badan minimal, tidak boleh minus, tidak buta warna, dan\nlain-lain. Jika kamu tidak memenuhi salah satu dari syarat yang diajukan, maka\nkemungkinan besar tidak akan lolos ke tahap selanjutnya.<\/li><li>Jaga kondisi fisik jauh-jauh hari. Rajinlah berolahraga\nsetidaknya gerakan-gerakan ringan supaya saat pemeriksaan seperti tensi,\nhasilnya akan normal dan dinyatakan sehat.<\/li><li>Makan makanan yang bisa mendetoksifikasi racun dalam tubuh,\nseperti air putih, buah, dan sayuran. Selain itu, hindari juga gaya hidup yang tidak\nsehat seperti alkohol dan rokok.<\/li><li>Ikuti arahan yang diberikan oleh panitia, misalnya\nketentuan untuk puasa beberapa jam sebelum tes. Hal ini dilakukan supaya hasil\npemeriksaan lebih maksimal.<\/li><\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sekolah kedinasan masih menjadi pilihan banyak orang untuk melanjutkan pendidikan. Faktor terbesar dari ramainya pendaftar Perguruan Tinggi Kedinasan selain ilmu dan keterampilan yang didapat, yaitu kesempatan untuk langsung bekerja selepas lulus. Hal ini mungkin terjadi mengingat PTK memang berada di bawah lembaga-lembaga pemerintah. Di Indonesia, jumlah sekolah kedinasan terbilang cukup banyak dan beragam. Ada PTK [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":215174,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,3],"tags":[357],"class_list":{"0":"post-215173","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-blog","8":"category-kedinasan","9":"tag-tes-kesehatan-sekolah-kedinasan"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/215173","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=215173"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/215173\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/215174"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=215173"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=215173"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiacollege.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=215173"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}