Berkuliah di perguruan tinggi negeri merupakan impian banyak siswa. Demi masuk kampus negeri impian, banyak siswa kelas 12 yang berusaha mengikuti tiap jalur masuk yang bisa mereka daftar. Salah satu jalur yang diincar adalah seleksi nasional dengan prestasi akademik, seperti jalur SPAN PTKIN dan SNBP.
SNBP adalah jalur seleksi nasional untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Sementara itu, jalur SPAN PTKIN ditujukan untuk pendaftaran Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTKIN). Keduanya sama-sama menggunakan nilai rapor dan prestasi lainnya sebagai komponen penilaian. Namun, terdapat beberapa perbedaan di antara keduanya, mulai dari pilihan kampus hingga syarat pendaftaran.
Agar lebih memahami perbedaan kedua jalur ini, simak penjelasan tentang 7 perbedaan jalur SPAN PTKIN dan SNBP berikut ini.
7 Perbedaan SPAN PTKIN dan SNBP

Ketentuan jalur seleksi masuk PTN maupun PTKIN bisa berubah-ubah setiap tahun. Misalnya, jalur SNBP yang dulunya hanya mensyaratkan nilai rapor dan prestasi kini harus disertai dengan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA). Meski demikian, masih terdapat kesamaan pada sebagian besar syarat dan ketentuan SNBP dan SPAN PTKIN dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk mempelajari syarat dan ketentuan tahun sebelumnya agar lebih siap untuk menghadapi jalur seleksi tersebut.
Berdasarkan SPAN PTKIN dan SNBP tahun 2026, berikut adalah 7 perbedaan di antara kedua jalur ini.
1. Batasan Kuota Pendaftar
SPAN PTKIN bisa diikuti oleh seluruh siswa kelas 12 MA/MAK/SMA/SMK/sederajat tanpa batasan kuota pendaftar. Jadi, semua siswa kelas 12 bisa mendaftar (eligible), selama mereka didaftarkan oleh sekolah pada jalur seleksi ini.
Berbeda dari SPAN PTKIN, SNBP memberlakukan batasan kuota pendaftar. Tiap sekolah akan mendapatkan kuota pendaftaran siswa yang berbeda-beda, tergantung akreditasi sekolah. Sekolah dengan akreditasi A, misalnya, mendapatkan kuota 40%. Artinya, mereka hanya bisa mendaftarkan 40% siswa terbaiknya pada jalur seleksi ini.
2. Pilihan Kampus
SNBP menyediakan banyak pilihan kampus yang mencakup PTN Akademik, PTN Vokasi, dan PTKIN. Sementara itu, pilihan SPAN PTKIN lebih terbatas. Peserta jalur ini hanya bisa memilih PTKIN di bawah Kemenag yang mencakup UIN, IAIN, dan STAIN. Namun, terdapat 1 PTN di bawah Kemendikti yang bisa dipilih peserta SPAN PTKIN 2026, yaitu Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA).
3. Daftar Pilihan Jurusan
Jurusan yang bisa dipilih di SNBP adalah jurusan umum. Jadi, peserta yang memilih PTKIN melalui SNBP tidak bisa memilih prodi keagamaan seperti Pendidikan Agama Islam, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, dan sebagainya.
Adapun pilihan jurusan dalam SPAN PTKIN umumnya berfokus pada studi keagamaan, seperti Pendidikan Agama Islam, Sosiologi Agama, Hukum Keluarga Islam, dan sebagainya. Namun, terdapat pula pilihan jurusan umum di beberapa PTKIN, misalnya Pendidikan Biologi di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Artinya, tiap PTKIN menyediakan pilihan prodi yang berbeda-beda, sehingga peserta perlu mencermati daftar prodi yang tersedia di masing-masing.
Baca juga: Selain UI, Jurusan Produksi Media Ada di Mana? Ini 7 Daftar Kampusnya
4. Jumlah Pilihan Kampus dan Jurusan
Selain daftar jurusan yang bisa dipilih, terdapat pula perbedaan terkait jumlah pilihan kampus dan jurusan yang bisa dipilih di kedua jalur ini. Untuk SNBP, siswa bisa memilih 2 prodi dari 1 atau 2 PTN. Jika memilih 1 prodi, maka siswa bisa memilih PTN di provinsi manapun. Sementara itu, jika siswa memilih 2 prodi, maka salah satu prodi harus berada di PTN yang berada di provinsi yang sama dengan sekolah asal siswa.
Sama seperti SNBP, SPAN PTKIN juga memperbolehkan siswa untuk memilih 2 prodi dan 2 PTKIN. Namun, tidak ada batasan terkait lokasi PTKIN yang dipilih. Oleh karena itu, pendaftar SPAN PTKIN bisa memilih PTKIN manapun di provinsi manapun.
5. Komponen Penilaian
Baik jalur SPAN PTKIN maupun jalur SNBP sama-sama menggunakan nilai rapor yang tervalidasi dengan TKA serta prestasi lainnya sebagai komponen penilaian. Namun, jalur SNBP memiliki ketentuan terkait komponen penilaian yang lebih detail.
Pada jalur SNBP, terdapat beberapa ketentuan terkait komponen penilaian, yaitu sebagai berikut.
- Komponen pertama: penilaian berdasarkan nilai seluruh mata pelajaran, paling sedikit 50%.
- Komponen kedua: penilaian berdasarkan nilai rapor paling banyak 2 mata pelajaran pendukung prodi yang dituju, portofolio, dan/atau prestasi, paling banyak 50%.
- Komposisi persentase komponen pertama dan kedua ditetapkan oleh masing-masing PTN.
Selain itu, terdapat pula ketentuan terkait prestasi yang dinilai dalam SNBP, yaitu hanya 3 prestasi akademik atau non akademik terbaik.
6. Ketentuan Setelah Lolos
Setelah dinyatakan lolos SNBP, peserta tidak dapat mendaftar UTBK-SNBT hingga 2 tahun ke depan. Peserta juga tidak bisa mendaftar seleksi mandiri PTN di tahun yang sama. Berbeda dengan SNBP, sejauh ini tidak ada larangan bagi peserta SPAN PTKIN untuk mendaftar seleksi lain.
7. Jadwal Seleksi
Waktu pendaftaran SNBP dan SPAN PTKIN biasanya berdekatan atau bahkan berada di bulan yang sama. Misalnya, tahun 2026, kedua jalur ini membuka pendaftaran siswa di bulan Februari. Namun, terdapat perbedaan tahapan dalam jadwal seleksi kedua jalur ini karena SNBP memberlakukan batasan kuota pendaftar. Jadi, tim SNBP akan mengumumkan kuota sekolah terlebih dulu di akhir tahun, baru setelah itu membuka pendaftaran akun SNPMB dan pengisian PDSS oleh sekolah.
Baca juga: Kisi-kisi TKA SMA 2026 Lengkap Mapel Wajib-Pilihan
Nilai TKA Tinggi Perbesar Peluang Masuk PTN?
TKA tidak wajib diikuti dan tidak memengaruhi kelulusan siswa SMA sederajat. Meski demikian, sertifikat TKA kerap menjadi syarat masuk PTN, termasuk pada jalur SPAN PTKIN dan SNBP. Selain itu, terdapat pula PTN atau PTS yang membuka seleksi mandiri jalur TKA, misalnya Jalur Mandiri Perangkingan TKA di Universitas Udayana. Hal tersebut membuat sertifikat TKA dapat memperbesar peluang untuk masuk PTN.
Untuk mendapatkan hasil TKA terbaik, kamu perlu belajar dengan giat serta memahami kisi-kisi dan tipe soal TKA. Agar persiapanmu lebih terarah dan matang, kamu juga bisa mengikuti bimbel TKA SMA bersama tentor profesional seperti di Indonesia College.
Nah, itu dia 7 perbedaan SPAN PTKIN dan SNBP. Semoga bermanfaat!
Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus PTN, Kedokteran, Bimbel Kedinasan, IUP UGM, dan KKI UI. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.
Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog indonesiacollege.co.id. Cek juga halaman kami lainnya di bimbelkedokteran.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.


















