Riwayat pendidikan irwan meilano

Riwayat Pendidikan Irwan Meilano, Wamen KKP Baru Jebolan Teknik Geodesi ITB

Presiden Prabowo Subianto kembali melantik beberapa pejabat baru Kabinet Merah Putih pada Kamis (1/10) lalu. Di antara 18 pejabat yang dilantik, ada nama Irwan Meilano, seorang akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB). Irwan sebelumnya menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, lalu kini dilantik sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.

Sebelum bergabung dengan KKP, Irwan Meilano lama berkiprah di ITB, baik sebagai peneliti maupun pejabat akademik. Berdasarkan laman resmi ITB, perjalanan akademik Irwan berfokus pada kajian di bidang geodesi dan geospasial. Kajian yang dilakukan juga mencakup deformasi kerak bumi, pemantauan aktivitas tektonik, kebencanaan, hingga pemanfaatan informasi spasial guna mendukung pemahaman dan pengelolaan wilayah.

Riwayat pendidikan dan perjalanan karier Irwan Meilano menarik untuk disimak, terutama bagi pelajar/mahasiswa yang tertarik dengan bidang geodesi. Kamu bisa meniru jejak pendidikan Irwan jika ingin berkarier di bidang geodesi dan geospasial. Yuk, kulik riwayat pendidikan Irwan Meilano di bawah ini!

Profil Pendidikan Irwan Meilano dan Kiprah Akademiknya

itb pendidikan irwan meilano
Kampus ITB, tempat Irwan Meilano menempuh pendidikan dan berkarier. (Foto: laman ITB)

Dirangkum dari laman FITB dan ITB, Irwan Meilano mengawali pendidikan tingginya di prodi S1 Teknik Geodesi ITB, lalu memperoleh gelar Sarjana Teknik pada 1997. Setelah itu, beliau menempuh pendidikan master dan doktoral di Nagoya University jurusan Earth Science. Beliau mendapat gelar Master of Science pada 2003 dan gelar Doctor of Science pada 2006.

Selama berkarier di ITB, beliau menempati berbagai posisi, seperti Research Coordinator GREAT ITB, Sekretaris LPPM ITB, hingga Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB. Selain itu, beliau juga meraih jabatan Guru Besar dalam bidang Ilmu Geodesi Gempa Bumi pada 2023. 

Kajian yang Irwan lakukan selama di ITB berfokus pada bidang geodesi dan geospasial, seperti deformasi kerak bumi, pemantauan aktivitas tektonik, dan sebagainya. Selain itu, sejumlah aktivitas akademik dan riset beliau juga bersinggungan dengan isu pesisir dan kelautan yang relevan dengan jabatan Wamen KKP. Irwan Meilano juga pernah terlibat dalam Joint Commission on Marine Science and Technology pada kolaborasi MTCRC ITB-KIOST.

Atas pengabdian dan prestasi akademiknya, Irwan Meilano juga memperoleh sejumlah penghargaan, seperti Young Inspirational Geospatial dalam HxGN LIVE Indonesia dan Penghargaan Pengabdian 25 Tahun dari ITB. Beliau juga mendapat Indroyono Susilo Award dalam The Fifth ICOIRS 2019 dan Satyalancana Karya Satya 20 Tahun pada 2020.

Baca juga: Mengenal Prodi S1 Teknik Bioproses UB, Ada Kelas IUP!

Teknik Geodesi dan Geomatika ITB

Tertarik untuk mengikuti jejak pendidikan dan karier Irwan Meilano? Kamu bisa mengawalinya dengan berkuliah di prodi S1 Teknik Geodesi dan Geomatika. Prodi ini berada di bawah naungan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB dan menjadi prodi geodesi tertua di Indonesia.

Teknik Geodesi dan Geomatika ITB berfokus pada pengukuran dan perepresentasian bentuk dan ukuran bumi yang berubah dengan waktu, penentuan posisi yang detail dari semua unsur yang ada di bumi, pencitraan dan monitoring bumi, hingga menghasilkan data geospasial. Bidang kajian yang dipelajari prodi ini mencakup bidang geodesi, surveying, kadaster, penginderaan jauh, sains informasi geografis, dan hidrografi.

Sebagai institut teknologi terkemuka di Indonesia, kualitas pembelajaran di prodi S1 Teknik Geodesi dan Geomatika sudah terjamin dengan akreditasi Unggul dari BAN-PT dan akreditasi internasional dari ASIIN. Selain itu, prodi ini juga tidak hanya menawarkan kelas reguler, tetapi juga kelas IUP Geodesy & Geomatics Engineering. Melalui program tersebut, mahasiswa bisa mendapatkan berbagai international exposure serta kesempatan untuk fast track S2 melalui program Integrated Bachelor-Master Integration Program (IBMP).

Setelah lulus, alumni prodi ini bisa berkarier di bidang yang memerlukan informasi geospasial, mulai dari proses survei dan pemetaan, pembangunan sistem informasi, analisis data, hingga pembangunan aplikasi. Industri yang bisa dijajaki lulusan ini pun cukup luas, yaitu mencakup industri minyak dan gas (migas), satelit dan penginderaan jauh, teknologi dan data, pertahanan dan manajemen bencana, teknik kelautan dan pesisir, konstruksi dan infrastruktur, hingga pelayanan administrasi dan survei pertanahan.

Baca juga: Lulusan SMK Bisa Kuliah Jurusan Apa Saja? Cek 8 Referensi yang Bisa Dipertimbangkan

Mata Kuliah S1 Teknik Geodesi dan Geomatika ITB

Di prodi ini, kamu akan bertemu dengan beberapa mata kuliah wajib sebagai berikut.

  • Fisika Gelombang
  • Geodesi Geometrik
  • Ekspedisi Geospasial
  • Komputasi Geodetik
  • Dasar-dasar Geodesi Fisis
  • Sistem Referensi Geometrik
  • Pemetaan Terestris
  • Geodesi Satelit
  • Kartografi
  • Hidrografi
  • Fotogametri
  • Penginderaan Jauh
  • Pemetaan Tematik
  • Sistem Informasi Geografis
  • dan lain-lain

Selain mata kuliah wajib, mahasiswa prodi ini juga harus mengambil minimal 25 SKS mata kuliah pilihan. Mata kuliah pilihan tersebut tersedia dalam mata kuliah pilihan umum dan 4 paket spesialiasis, yaitu paket spesialiasasi Hidrografi; Sains dan Teknologi Informasi Geografis; Sains, Rekayasa, dan Inovasi Geodesi; serta Sistem Spasial dan Kadaster. 

Bagi mahasiswa IUP, pembelajaran nantinya tidak hanya dilakukan di ITB, tetapi juga di kampus luar negeri selama minimal 1 semester. Pilihan universitas mitra untuk studi tersebut mencakup TUM Jerman, TUHH Jerman, HCU Jerman, dan UTM Malaysia.

Baca juga: 7 Prodi Kelas Internasional Unsoed: Biaya, Daya Tampung, dan Jalur Seleksi

Jalur Seleksi Teknik Geodesi dan Geomatika ITB

Penerimaan mahasiswa baru di ITB dibuka melalui jalur SNBP, SNBT, dan Seleksi Siswa Unggul (SSU) ITB. SSU untuk FITB ITB sendiri dapat kamu ikuti melalui beberapa jalur berikut.

1. Tes Tulis

Komponen penilaian utama untuk jalur ini adalah hasil tes akademik ITB-AQ Test yang mencakup kemampuan akademik matematika serta fisika – bab mekanika dan gelombang. Selain itu, peserta juga perlu mengumpulkan motivation letter dan nilai rapor semester 1–5 mapel matematika dan fisika/kimia/biologi/matematika lanjut.

2. Nilai Rapor

Jalur ini terbuka untuk peserta yang terdaftar di SNBP dan diutamakan bagi peserta SNBP tahun berjalan. Penilaian jalur ini menggunakan nilai rapor semester 1–5 dan motivation letter.

3. Nilai UTBK

Penilaian jalur ini menggunakan skor UTBK tahun berjalan sebagai komponen utama serta motivation letter dan nilai rapor semester 1–5 sebagai komponen pendukung.

4. Talenta

Jalur ini ditujukan untuk peserta yang memiliki prestasi minimal tingkat nasional. Khusus untuk jurusan Teknik Geodesi dan Geomatika, jalur ini hanya terbuka bagi peserta yang memiliki prestasi OSN Kebumian, OSN Geografi, olahraga, dan keagamaan.

Adapun prodi IUP memiliki jalur seleksi tersendiri yang mencakup ujian ELQ ITB dan AQ ITB. Selain itu, pendaftar IUP juga harus memiliki kemampuan bahasa Inggris berupa IELTS dengan skor minimal 5,5 atau skor TOEFL iBT minimal 61.

Nah, itu dia penjelasan tentang riwayat pendidikan Wamen KKP Irwan Meilano beserta informasi tentang Teknik Geodesi dan Geomatika ITB. Ternyata riwayat pendidikan beliau keren juga, ya! Semoga menginspirasi!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus PTN, Kedokteran, Bimbel Kedinasan, IUP UGM, dan KKI UI. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di  blog indonesiacollege.co.id. Cek juga halaman kami lainnya di bimbelkedokteran.id dan indonesia-college.com – Indonesia  College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.